BIARKAN DIRI KITA MERASAKAN HIDUP YANG SEBENARNYA

Saturday, June 6, 2009 Posted by Rino Safrizal
  • Apa makna “hidup” yang sebenarnya menurut Anda?
  • Dari milyaran orang di bumi ini, berapa banyak orang yang mengerti makna “hidup” dan menjalani hidup sesuai dengan apa yang Ia pikirkan dan inginkan?
  • Apa kita sekarang sudah puas dengan hidup kita masing-masing?
Semua orang menjalani hidup. Termasuk juga saya dan Anda. Tidak banyak dari kita yang mengerti untuk apa kita dilahirkan, mengapa kita berada di dunia ini dan mengapa kita seperti sekarang. Pertanyaan ini begitu sulit untuk saya jawab, mungkin juga Anda. Coba renungkan sejenak, kita pasti punya jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini. Hanya saja jawaban dari kita berbeda-beda, karena saya tahu kita begitu berbeda, kita mempunyai keunikan masing-masing dan kita sangat berharga untuk menjalani hidup ini.
Apa sebenarnya hidup ini? Menurut saya hidup adalah sebuah pengalaman, pengalaman yang dibentuk oleh pikiran kita sebagai respon terhadap lingkungan di luar diri kita. Siapapun kita, kita semua melalui pengalaman manusiawi bersama-sama. Tak seorangpun dari kita yang meminta untuk berada di sini. Suatu hari kita terbangun begitu saja, dan menyadari bahwa kita sudah berada dalam sesuatu yang bernama kehidupan.
Setiap hari kita menjalani hidup dengan pola perilaku yang sama. Sangat mudah membiarkan hari berlalu menoton. Beberapa hari tampak sangat menyenangkan, sementara hari lain tidak. Saya dan Anda tahu bahwa pada hari yang baik, hidup adalah keajaiban yang menyenangkan, namun bagaimana dengan hari yang buruk? Bukankah hari tersebut memakan waktu yang sama dengan hari yang menyenangkan?
Kita perlu menyadari betapa pentingnya hidup ini, betapa berharganya diri kita sehingga kita layak untuk berada di sini. Kita ada di sini untuk sebuah alasan. Tidak ada sesuatupun yang terjadi secara kebetulan. Ide ini menyatakan bahwa kita terlahir di sini karena ada Sang Pencipta, ada tujuan akhir setelah kehidupan ini tiada.
Jika kita percaya bahwa kita diciptakan karena suatu alasan, hidup kita akan menjadi sangat penting. Kita bahkan mungkin sadar bahwa Sang Pencipta membantu kita melalui cobaan hidup.
Apa yang kita alami sekarang adalah hasil dari pikiran kita di masa lalu. Pengalaman-pengalaman di masa lalu yang begitu buruk membuat kita begitu menderita, frustasi dan tidak berdaya. Sebagian orang menyatakan bahwa hidup ini terasa berat untuk dijalani, sementara sebagian yang lain sangat menikmati kehidupan. Kadang saya berfikir bahwa kehidupan ini tampak tidak adil. Mengapa banyak orang menderita sedangkan yang lain tidak? Alasan mengapa hidup begitu sulit adalah karena kita bersikap seperti adanya. Hidup mengalir begitu saja dengan alur kehidupan sehari-hari. Mungkin bagi kita, hari ini merupakan hari yang sama dengan hari-hari sebelumnya, 2 tahun yang lalu, bahkan 4 tahun yang lalu. Karena kita tidak mengambil tindakan untuk berubah. Setiap hari terasa berat untuk dijalani, tanpa arah dan tujuan, seperti sehelai daun yang mengapung terbawa arus. 2 tahun kedepan merupakan hari yang sama dengan sekarang jika kita tidak mengambil sikap untuk berubah.
Kita tidak akan bertindak berbeda sampai pada suatu saat kita berubah. Berubah dalam artian mencari nilai sejati dan menemukan makna dari hidup itu sendiri. Kita perlu membuat perubahan dalam cara berfikir kita tentang hidup, jika kita tidak ingin hidup kita sama dengan 2 atau 4 tahun yang lalu.
Mari kita sama-sama pahami bahwa cara kita berfikir tentang diri sendiri dan kejadian dalam hiduplah yang menentukan bagaimana kita menjalani hidup. Kurang percaya diri adalah masalah terbesar dalam hidup saya. Ketidakmampuan saya untuk berinteraksi dengan orang lain apalagi dengan lawan jenis, tidak mampu untuk mengemukakan pendapat di depan kelas, tidak berpenampilan menarik; menjatuhkan diri saya kedalam penyakit yang disebut krisis percaya diri. Ini merupakan buah dari pemikiran saya. Saya tidak ingin Anda seperti saya. Apa yang kita pikirkan mengenai diri sendiri tanpak dari sikap kita. Mengapa? Karena cara kita berfikir menentukan tindakan kita. Persepsi yang begitu buruk terhadap diri sendiri membuat kita jatuh tersungkur tanpa mampu untuk bangkit. Saya telah lama mengalami masalah ini, saya harus berubah, karena saya hanya mendapat satu kesempatan untuk hidup. Begitu juga dengan Anda.
Rahasia menjalani kehidupan yang lebih menyenangkan dan bermakna adalah menyadari bahwa kitalah yang memegang kendali. Ini berarti bahwa hidup tergantung dari sikap kita. Apakah kita ingin menjalani hidup ini dengan bermakna atau sebaliknya. Karena kitalah yang menentukan apa yang terjadi pada diri kita.
Saya selalu mengingatkan diri sendiri bahwa waktu perlahan-lahan berlalu. Ketika kita menyadari bahwa yang terjadi pada diri kita benar-benar tergantung pada kita, kita akan mulai memandang hidup secara berbeda. Ketika kita mengerti bahwa kita memiliki kekuatan dan pengaruh yang nyata, hidup kita akan memiliki makna baru.
Kita perlu bahagia sekarang. Alasan apalagi yang membuat kita tidak bahagia? Jalani hidup sekarang, seperti yang kita inginkan dan impikan karena hidup ada di hati kita, pikiran kita dan sikap kita. Biarkan kita merasakan kebahagiaan itu.
Labels:
  1. Bercermin dari diri sendiri dan orang lain, tentu manusia akan berubah sikap dan prilakunya untuk merubah hidupnya.

Post a Comment

FOLLOWER