MENGAPA SULIT UNTUK MENGEMBANGKAN RASA PERCAYA DIRI?

Saturday, June 6, 2009 Posted by Rino Safrizal
  • Apa yang menyebabkan kita sulit untuk lebih percaya diri?
  • Pernahkah kita merasa mendapat keberuntungan, walau tanpa rasa percaya diri yang kuat?
Coba renungkan kalimat berikut ini.
Salah satu penyebab begitu sulitnya kita untuk mengubah kebiasaan buruk adalah karena kebiasaan itu ternyata justru memberi kita banyak manfaat atau hasil tertentu, meskipun bukan merupakan manfaat yang benar-benar yang diharapkan atau sepenuhnya kita sadari, percayalah manfaat itu memang ada.
Hal yang sama juga terjadi kalau kita kurang percaya diri dalam pergaulan dan punya integritas yang rendah. Betapapun akan mencoba berbuat yang benar, namun tanpa disadari kita mungkin masih akan tetap terbuai dengan berperan sebagai orang yang tidak peraya diri.
Beberapa manfaat yang siap singgah dalam diri kita jika bersikap seperti orang yang tidak peraya diri:
  • Kita akan dikasihani orang
  • Kita akan tetap diberi motivasi dan dukungan oleh orang-orang lain, karena mereka ingin melihat kita berkembang
  • Kita akan terhindar dari orang yang tidak menyukai kita, karena kita tidak mau menyaingi orang lain, jadi merekapun tidak perlu menganggap kita sebagai pesaing
  • Kita akan terhindar dari kegagalan, karena kita nyaris tidak pernah benar-benar mencoba sesuatu
  • Kita akan selalu punya dalih untuk segala sikap dan kebiasaan buruk anda, karena seua orang memaklumi kekurangan anda
  • Kita akan memperoleh banyak perhatian dan pujian, karena orang-orang berupaya membuat kita senang
Apakah kita mengalami hal-hal di atas?
Salah satu imbalan besar jika hidup tanpa keperayaan diri adalah bahwa kita selalu punya dalih untuk bermalas-malasan, tak perlu berbuat sesuatu. Dalih untuk tidak berbuat sesuatu adalah karena “keadaan” kita. Dari situ lalu kita merasa tidak perlu aktif, tidak perlu ambil resiko sehingga kita tidak akan mengalami kekecewaan dan tidak mengecewakan orang lain. Dan karena orang tak berharap apa-apa tak akan jadi masalah walaupun kita gagal.
Sebaliknya, jika mencoba mengerjakan sesuatu, ada resiko kita mengalami kekecewaan; atau mengecewakan orang lain. Jadi, selama kita belum juga yakin akan sanggup mengerjakan sesuatu, kita tetap khawatir membuat orang lain kecewa. Dan mungkin hidup kita sendiri akhirnya menjadi suatu kekecewaan.
Dalam pergaulan, rasa percaya diri yang rendah juga memberi manfaat besar lain. Kita juga punya senjata ampuh untuk menggaet orang yang bisa menentramkan pikiran, terutama orang-orang dari tipe-tipe penyelamat dan penjaga yang selalu mencari “si lemah” untuk ditolong. Keadaan tersebut dapat berkembang menjadi hubungan batiniah yang sulit dipisahkan. Karena makin susah rasa hati kita, makin besar perhatian yang kita peroleh serta makin terasuk pula kita pada sikap tak peraya diri, agar tetap disayangi. Itulah sebabnya kita kehilangan motivasi untuk buru-buru menjadi orang yang tegar, percaya diri dan berani bersaing.
Labels:

Post a Comment

FOLLOWER