DEFINISI PERUBAHAN SOSIAL

Thursday, August 4, 2011 Posted by Rino Safrizal
rhynoSbloG.coM - Willian F. Ogburn (Soekanto, 1982) mengemukakan bahwa ruang lingkup perubahan-perubahan sosial meliputi unsur-unsur kebudayaan baik yang material maupun yang immaterial; yang ditekankan adalah pengaruh besar unsur-unsur kebudayaan material terhadap unsur-unsur immaterial.


Samuel Koening mengatakan bahwa perubahan sosial menunjukkan pada modifikasi-modifikasi yang terjadi dalam pola-pola kehidupan manusia. Sedangkan Kingsley Davis (Soekanto, 1982) mengartikan perubahan sosial sebagai perubahan-perubahan yang terjadi dalam struktur dan fungsi masyarakat.




Maclver mempunyai definisi tersendiri tentang perubahan sosial. Maclver (Soekanto, 1982) lebih suka membedakan antara utilitarian elements dengan cultural element yang didasarkan pada kepentingan-kepentingan manusia yang primer dan sekunder.


Utilitarian element atau biasa disebut civilization dapat diartikan bahwa semua mekanisme dan organisasi yang dibuat manusia dalam upaya menguasai kondisi-kondisi kehidupannya, termasuk di dalamnya sistem-sistem organisasi sosial, teknik dan alat-alat material. Sedangkan cultural element menurut Maclver adalah ekspresi jiwa yang terwujud dalam cara-cara hidup dan berfikir, pergaulan hidup, seni kesusastraan, agama, rekreasi dan hiburan.


Definisi lain diungkapkan oleh Selo Soemardjan yang mengatakan bahwa segala perubahan-perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat, yang mempengaruhi sistem sosialnya, termasuk di dalamnya nilai-nilai, sikap dan pola perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat.

DAFTAR RUJUKAN

Horton, P, B., & Hunt, C, L. 1984. Sosiologi. Jakarta: Erlangga.

Soekanto, S. 1982. Sosiologi: Suatu Pengantar. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Soekanto, S. 1982. Teori Sosiologi tentang Pribadi dalam Masyarakat. Jakarta: Ghalia Indonesia.
Soekanto, S. 1983. Teori Sosiologi tentang Perubahan Sosial. Jakarta: Ghalia Indonesia.
Labels:

Post a Comment

FOLLOWER