PROSES PERUBAHAN SOSIAL

Wednesday, November 24, 2010 Posted by Rino Safrizal
rhynoSbloG.coM - Beberapa proses perubahan sosial yang terjadi di masyarakat adalah sebagai berikut:

Penemuan

Merupakan persepsi manusia yang dianut secara bersama mengenai suatu aspek kenyataan yang semula sudah ada. Penemuan baru menjadi suatu faktor dalam perubahan sosial jika hasil penemuan tersebut didayagunakan.

Invensi

Merupakan suatu kombinasi baru atau cara penggunaan baru dari pengetahuan yang sudah ada. Invensi bukanlah semata-mata gejala yang berjalan sendiri, melainkan suatu proses sosial yang mencakup serangkaian modifikasi, pengembangan, dan kombinasi ulang tanpa akhir.

Difusi



Merupakan penyebaran unsur-unsur budaya dari suatu kelompok ke kelompok lainnya. Difusi dapat berlangsung baik dalam masyarakat maupun antar masyarakat yang berbeda. Difusi merupakan suatu proses selektif. Sebuah kelompok menerima beberapa unsur budaya dari kelompok lainnya, dan pada saat bersamaan kelompok itu menolak unsur budaya dari kelompok lain tersebut.

Sumber lain menambahkan proses konsekuensi dalam perubahan sosial. konsekuensi merupakan perubahan-perubahan yang terjadi dalam sistem sosial sebagai akibat pengadopsian atau penolakan inovasi. Perubahan terjadi jika penggunaan atau penolakan ide baru itu mempunyai akibat. Karena itu perubahan sosial adalah akibat komunikasi sosial.


Perubahan sosial dalam masyarakat bukan merupakan sebuah hasil atau produk tetapi merupakan sebuah proses. Perubahan sosial merupakan sebuah keputusan bersama yang diambil oleh anggota masyarakat. Konsep dinamika kelompok menjadi sebuah bahasan yang menarik untuk memahami perubahan sosial. Kurt Lewin dikenal sebagai bapak manajemen perubahan, karena ia dianggap sebagai orang pertama dalam ilmu sosial yang secara khusus melakukan studi tentang perubahan secara ilmiah. Konsepnya dikenal dengan model force-field yang diklasifikasi sebagai model power-based karena menekankan kekuatan-kekuatan penekanan. Menurutnya, perubahan terjadi karena munculnya tekanan-tekanan terhadap kelompok, individu, atau organisasi. Ia berkesimpulan bahwa kekuatan tekanan (driving forces) akan berhadapan dengan penolakan (resistences) untuk berubah. Perubahan dapat terjadi dengan memperkuat driving forces dan melemahkan resistences to change.

DAFTAR RUJUKAN


Horton, P, B., & Hunt, C, L. 1984. Sosiologi. Jakarta: Erlangga.

Soekanto, S. 1982. Sosiologi: Suatu Pengantar. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Soekanto, S. 1982. Teori Sosiologi tentang Pribadi dalam Masyarakat. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Soekanto, S. 1983. Teori Sosiologi tentang Perubahan Sosial. Jakarta: Ghalia Indonesia.
Labels:

Post a Comment

FOLLOWER