Showing posts with label CORETANKU. Show all posts
Showing posts with label CORETANKU. Show all posts

Menurut Saya Inilah Makna Percaya Diri, Bagaimana Menurut Anda ?

Friday, February 24, 2012 Posted by Rino Safrizal 6 comments
  1. Apakah kita telah percaya diri hari ini?
  2. Apakah kita pernah memikirkan cara agar lebih percaya diri?
  3. Apakah kita hanya asyik berangan-angan melakukan sesuatu namun akhirnya justru kehabisan waktu, karena terus menunggu hingga merasa sudah lebih percaya diri?
  4. Apakah kita kurang aktif atau merasa tidak memperoleh sebanyak yang kita inginkan, tetapi malah mendambakan kepercayaan diri itu dapat datang secara ajaib dan tiba-tiba?
    Kita umumnya mengira bahwa memiliki kepercayaan diri berarti meyakini kebolehan kita dalam melakukan hal-hal tertentu. Misalnya, bisa saja orang berkata: sebagai seorang penulis, saya yakin bisa menulis dengan baik dan dibaca banyak orang. Tapi bagaimana jika kita suguhkan sesuatu hal yang berbeda, seperti melukis atau berbicara di depan banyak orang; apakah ia mempunyai keyakinan yang sama saat ia menulis buku?

    Satu hal yang menjadi ganjalan sebelum seseorang merasa yakin memiliki kepercayaan diri, yaitu anggapan bahwa kita harus mahir dulu melakukan sesuatu. Masalahnya adalah dari sekian banyak keterampilan yang bisa kita kuasai dalam hidup ini, kemampuan kita tetap terbatas. Jadi, jika rasa percaya diri itu didasarkan pada kemampuan yang kita miliki. Rasa percaya diri itu hanya akan timbul bila kita melakukan kegiatan yang bisa kita lakukan itu. Artinya, keyakinan dan rasa percaya diri itu hanya timbul pada saat kita mengerjakan sesuatu yang memang mampu kita lakukan.

    Jadi, apa makna percaya diri sebenarnya?

    Menurut Barbara De Angelis, kepercayaan diri adalah sesuatu yang harus mampu menyalurkan segala yang kita ketahui dan segala yang kita kerjakan.

    Banyak hal yang bisa kita lakukan dan banyak pula kemampuan yang bisa kita kuasai dalam hidup ini. Namun, jika rasa percaya diri hanya didasarkan pada hal-hal yang berhubungan dengan beberapa keterampilan (misalnya menulis, melukis atau menjadi presenter), kita tidak akan pernah menjadi orang yang betul-betul percaya diri.

    Jadi, percaya diri adalah keyakinan yang tumbuh pada diri seseorang untuk melakukan sesuatu secara optimal, baik hal-hal yang baru maupun hal-hal yang telah ia ketahui sebelumnya.
    READ MORE - Menurut Saya Inilah Makna Percaya Diri, Bagaimana Menurut Anda ?
    Labels:

    WHAT A WONDERFULL WORLD: BEGITU INDAHNYA DUNIA INI

    Thursday, May 27, 2010 Posted by Rino Safrizal 0 comments
    I see trees of green... red roses too
    I see em bloom... for me and for you
    And I think to myself... what a wonderful world.

    I see skies of blue... clouds of white
    Bright blessed days... dark sacred nights
    And I think to myself ... what a wonderful world.
    *. . . . .*
    dipopulerkan oleh Louis Amstrong

    what a wonderful world; kata yang tepat untuk mengukapkan kekaguman kita terhadap apa yang ada di dunia ini. Begitu indahnya dunia, sampai-sampai penyanyi terkenal di era 60’an mengungkapkan kekagumannya dalam tiap bait lagunya. Siapa lagi yang sadar bahwa dunia ini begitu indah? Bahwa dunia ini benar2x diciptakan dengan satu alasan “Jagalah aku, maka aku akan memberikan cahaya kedamaian kepadamu..” Seperti yang Ia ungkapkan dalam liriknya “They're really sayin.., I love you..”

    Di tiap bait liriknya tidak ada satu pun kegelisahan seorang Louis Amstrong terhadap alamnya. Ia hanya ingin mengungkapkan kekagumannya. Tapi sekarang, apa yang terjadi dengan dunia kita?
    Masih tepatkah kata “wonderful…” untuk diungkapkan?
    READ MORE - WHAT A WONDERFULL WORLD: BEGITU INDAHNYA DUNIA INI
    Labels:

    MUNGKIN KOLEKSI BERBAGAI REFERENSI INI BISA MEMBANTU ANDA

    Tuesday, May 18, 2010 Posted by Rino Safrizal 2 comments
    Labels:

    PENYELUDUPAN 9000 TELUR PENYU DIGAGALKAN

    Sunday, May 9, 2010 Posted by Rino Safrizal 3 comments
    Malam ini saya dapat informasi dari media televisi tentang usaha penyeludupan telur penyu. Tidak tanggung-tanggung, 9000 telur penyu akan diseludupkan ke negeri tetangga Serawak Malaysia melalui bengkayang (kalau ga salah saya). Usaha ini digagalkan oleh aparat SPORC (Satuan Polisi Reaksi Cepat).

    9000 telur penyu ini berasal dari Pulau Tembelan Riau (Menurut Aparat SPORC). Alur penyeludupan telur penyu ini: Pulau Tembelan Riau > Pelabuhan Pemangkat (mungkin yang dimaksud pelabuhan Sintete Kecamatan Semparuk) > Bengkawang > Serawak Malaysia, oleh pelaku yang berinisial ER dengan plat kendaraan KB 9511 P. Sayang sekali usahanya gagal (Alhamdulillah…).

    Di Malaysia, telur penyu dihargai Rp. 6.000,- per butirnya. Jika dikalikan dengan 9.000, bearti ± Rp. 54.000.000,- lari ke sana dalam 1 hari,.

    Di negeri jiran Malaysia, usaha konservasi penyu benar-benar diperhatikan oleh pemerintah di sana. Salut buat Malaysia. Tapi sayangnya, usaha mereka tidak didukung dengan upaya pencegahan penyeludupan telur penyu dari Indonesia. Sama juga bo’ong.., yang rugi tetap Negara kita. Perlu kerjasama antar kedua belah pihak dalam menanggulangi masalah ini.

    Untuk daerah kita (Kec. Paloh Kabupaten Sambas), perlu diwaspadai juga; akses Paloh (Indonesia) dan Serawak (Malaysia) sangat dekat sekali dan sulit untuk dijangkau aparat. Kemungkinannya ada penyeludupan serupa yang terjadi di sana.

    Di tahun 2008 pernah juga terjadi usaha yang sama. Pihak BKSDA Kalbar pernah menangkap satu pelaku pemilik dan penyimpan ± 6300 butir telur penyu tanpa dilengkapi Surat Angkut Tumbuhan dan Satwa (SATS) yang sah. Sayangnya, pelaku hanya dijerat hukuman 1 bulan 18 hari (Kompas.com).

    Beda halnya dengan yang diungkapkan oleh berita malam ini, bahwa pelaku akan dijerat hukuman 5 tahun penjara dan atau denda 5 milyar. Bagi saya, apapun hukumannya itu bisa membuat penyeludup maupun pencuri (yang saya maksudkan di sini adalah pencurian dalam skala besar) merasa jera dan takut untuk mengulangi tindakannya.

    Moga aja ada penangkapan-penangkapan lain menyusul, mengingat sekarang sudah memasuki musim penyu bertelur.

    ‘They Won’t Survive Without our Help…’
    Let’s save the last sea turtles…!!!
    READ MORE - PENYELUDUPAN 9000 TELUR PENYU DIGAGALKAN
    Labels: ,

    CATATAN BUAT TUKIK PENYU HIJAU

    Monday, April 26, 2010 Posted by Rino Safrizal 3 comments
    Mungkin kita tau habitat penyu sangat unik, bahkan sangat mengagumkan betapa Tuhan telah mencptakan mahluk pengembara laut yg mengingat setiap kepak bahkan setiap helai karang yg dilaluinya. Jika kita menelusuri keberada'an habitat penyu di kepri khususnya pulau tambelan ( timbalan ), disana masih merupakan surganya para penyu ( mereka juga masih terancam oleh kepentingan pribadi). Bukan hitungan, tapi bagaimana aku pernah menyaksikan betapa tukik-tukik imut dimakan setengah matang, & bagaimana kita mampu menahan air mata yg menampung di kelopak mata sa'at melihatnya...??

    Yg menyakitkan pemangsa mereka adalah nelasan asing, dlm arti mereka ilegal.
    Bagaimana kita menguraikan tentang menangisnya penyu sa'at bertelur. kalau ditilik dari segi yg mungkin tdak masuk dalam teori yg ada,.Pernah mendengar penyu melarikan diri dari pantainya...?? Ini terjadi, salah satu penyu hijau di pulau tambelan pernah melakukan aksi itu & hijrah ke pantai australia, penyu itu di kembalikan ke tambelan, tapi mereka kembali ke pantai australia lagi. Entah benar atw salah keberadaan info ini, seorang ilmuwan yg merupakan psikolog hewan itu mengambil kesimpulan bahwa penyu itu "TIDAK MELUPAKAN KAMPUNG HALAMANNYA" tapi penyu itu "FRUSTASI BERADA DI SANA". ini berdasarkan pendekatan ilmiah pribadi..

    Terlalu jauh...

    Terlalu panjang...

    Terlalu rumit...


    Bahwa penyu selalu mengingat masa lalu mereka & menangis sa'at bertelur..., para penyu slalu menangisi cikal-bakal generasi mereka yg akan punah...
    Karna mereka akan punah, mari ambil kesempatan, menunggu mereka dipantai, lalu memeluk mereka dengan rasa sayang, & bisikan ditelinganya "INGAT PULANG YA".

    Mungkin mereka juga akan mengingat kata2 mu...
    Hehehe....
    Setidaknya penyu itu mengingatmu pelukanmu di sepanjang hayatnya...


    Itu adalah balasan email yg datang pada sy semalam.
    Maafkan, jika sy hanya bisa berkata2x di sini. Sy menyadari tiap email yg sy kirimkan ke teman2x di group ini tidak terlalu berdampak baik terhadap kondisi penyu sekarang.
    Hari ini sy ingin berbagi kisah dengan teman sy yg satu ini.

    “Bahwa penyu selalu mengingat masa lalu mereka & menangis sa'at bertelur..., para penyu slalu menangisi cikal-bakal generasi mereka yg akan punah….”
    ini adalah kutipan yg tidak pernah sy bayangkan sebelumnya..

    Mendengar cerita Sdr, sy tidak bisa bayangin juga bagaimana kondisinya di sana. Yang sy tau sekarang, mereka ditindas, telur mereka di ambil tiap harinya, BKSDA yang punya wewenang menjaga nesting beach selimpai juga tidak bisa di percaya sepenuhnya..

    kemaren kami sempat ambil telurnya sama2x dg petugas BKSDA sana, sy tanya "apakah telur ini akan ditetaskan?" dari raut mukanya sy sudah tau, jawabannya adalah "tidak"

    tiap malam mereka menelurusi pantai selimpai yg panjangnya kira2x 9 km, dg alasan menjaga agar telur tidak diambil oleh pencuri. sy pikir dua2nya pencuri, "pencuri A dan pencuri B (silakan interpretasikan sendiri..)", karena yg sy liat penetasan semi alami mereka udah tidak terawat lagi..
    kemana mereka membawa telur2x ini?

    tukik yg ada juga tidak terawat dg baik, ada kurang lebih 60 tukik penyu hijau dan 30 tukik penyu sisik yg telah berumur ± 1 minggu ketika kami di sana..
    sebagian dari mereka mati,.
    sy pikir lebih baik mereka mati karena berjuang untuk menemukan ruaya pakan mereka, dari pada mereka mati di baskom kecil, sesak, dan sempit,.

    mereka tidak mendapatkan hak sebagai seekor penyu sejati, mereka tidak pernah diberi kesempatan untuk hidup seperti nenek moyang mereka, berjuang dr sejak keluar cangkang telur, merangkak keluar dr dalam pasir, merangkak dg ke empat flippernya menuju pantai; sungguh gerakan yang sempurna bagi sy.. perlu kerja keras yang luar biasa untuk melakukan ini semua.

    Satu persatu tukik keluar dari sarangnya, ada yg mati, ada yang masih berjuang keluar dari cangkang telurnya; sy bertanya dalam hati “bagaimana telur penyu yang berada paling bawah? Apakah mereka punya kesempatan untuk hidup seperti temannya yang lain?

    perjuangan mereka tidak terhenti sampai di situ, ancaman selalu ada, predator telah menunggu mereka di pantai dan di laut, siap untuk menyantap mereka.

    bagi sy itu adalah prosedur hidup yang alami untuk mereka, justru itu yang membuat mereka bisa servive sampai sekarang. tidak heran, ada kurang lebih 100 butir yang dikeluarkan oleh seekor penyu betina, untuk menyeimbangi fenomena seperti ini

    Suara gemuruh ombak adalah impian pertama mereka, yang akan membawa mereka jauh dari pantai, walaupun mereka belum aman di sini, paling tidak, mereka bisa merasakan nikmatnya berenang yang akan jadi tempat tinggal mereka nantinya. Bisa dibayangkan, saking takutnya mereka dg pantai, mereka berenang terus-menerus selama 7 hari pertamanya di laut (referensi lain menyebutkan 1 hari pertama), para ahli menamakannya sebagai “swimming frenzy”.

    lebih bahaya lagi manusia, predator satu ini dilengkapi chip yang membuat mereka bisa berfikir mana yg baik dan mana yg buruk. tp virus serakah telah masuk ke program chip mereka, membutakan mati hati mereka, seolah tidak akan terjadi apa2x dg tindakan yg mereka lakukan.

    mitos obat kuat menjadi alasan mereka untuk mencuri telur ini. belum genap usia mereka 1 hari, mereka sudah di masukkan ke dalam karung2x yang siap untuk di distribusikan kemana-mana.. padahal, berdasarkan informasi yang saya dapat, kandungan kolesterol pada telur penyu lebih tinggi dari pada telur ayam.
    Penyu (daging, organ, darah, dan telur) terindikasi mengandung parasit, bakteria berbahaya seperti E.Coli dan Salmonella, biotoksin, dan zat pencemar seperti logam berat, karena:
    • Penyu berenang mengarungi laut yang semakin tercemar
    • Penyu berumur panjang, sehingga lama berkontak dengan laut yang tercemar
    • Penyu berada di tingkat atas rantai makanan, sehingga zat pencemar di dalam makanannya terakumulasi di dalam tubuh penyu
    Kandungan ini terbukti memberikan dampak berupa gangguan syaraf, penyakit ginjal, kanker hati serta berpengaruh pada perkembangan janin dan anak (A. Alonso Aguirre, et.al, EcoHealth Journal Consortium, 2006).

    apakah kenyataan ini masih tetap menjadi pilihan sebagai obat kuat?

    Mari kita pikirkan kembali untuk TIDAK MENGKONSUMSI TELUR PENYU, MAUPUN DAGINGNYA..
    Coba lihat skema berikut ini..
    TELUR PENYU (MITOS OBAT KUAT) > PENCURI > PENADAH > PENJUAL > KONSUMEN

    Mari kita putar balik skema ini.
    KONSUMEN > PENJUAL > PENADAH > PENCURI > TELUR PENYU (MITOS OBAT KUAT)

    Jika kita sadar dengan kondisi penyu sekarang, kemungkinannya akan seperti ini:
    KONSUMEN > PENJUAL > PENADAH > PENCURI > TELUR PENYU (MITOS OBAT KUAT)

    Paling tidak konsumsi telur penyu hanya dilakukan oleh mereka yg tinggal di dekat2x pantai peneluran, dan tidak untuk diperjualbelikan..
    Dengan ini, populasi penyu tidak akan menurun secara signifikan.

    Ini adalah kenangan sy ketika berada di sana (Nesting Beach Selimpai, Kec. Paloh kab, Sambas)
    1. Penyu hijau ketika ingin kembali ke laut, setelah menetaskan ± 110 buah telur (sy sempat mengukur panjang kerapaksnya ± 120 cm…)
    2. Penetasan semi alami (tidak lagi terawat dengan baik)
    3. Tempat penangkaran tukik yang telah menetas
    4. Track penyu hijau setelah bertelur (karena gangguan manusia, track penyu ketika ingin pulang tidak teratur/atau mengalami dis-orientasi)
    5. Penyu hijau sedang menutup lubang tubuh/body fit
    6. Surganya penyu hijau; abrasi pantai tidak bisa dihindarkan lagi. Mungkinkah akan tetap menjadi surganya penyu?
    READ MORE - CATATAN BUAT TUKIK PENYU HIJAU
    Labels: ,

    FAKTOR SUKSES

    Thursday, April 22, 2010 Posted by Rino Safrizal 0 comments
    Bersikap jujur kepada semua orang
    Mempunyai disiplin yang baik
    Pintar bergaul
    Bekerja lebih keras daripada orang lain
    Mencintai karier/bisnis
    Memiliki kualitas kepemimpinan yang baik dan kuat
    Memiliki semangat/kepribadian yang sangat kompetitif
    Mengatur hidup dengan sangat baik
    Memiliki kemampuan untuk menjual ide atau produk
    Melakukan investasi dengan bijaksana
    Melihat peluang yang tidak dilihat oleh orang lain
    Menjadi bos atas diri sendiri
    Berani mengambil resiko keuangan bila memberikan hasil yang baik
    Memiliki mentor yang baik
    Memiliki hasrat untuk menjadi figur yang dihormati
    Membangun usaha sendiri
    Menemukan peluang yang menguntungkan
    Memiliki energi yang besar
    Fisik yang sehat
    Memiliki IQ yang tinggi/superior
    Mengambil spesialisasi
    Masuk sekolah yang top
    Mengabaikan kritik orang yang tidak ada gunanya
    Hidup hemat
    Memiliki iman/spiritual yang kuat
    Beruntung
    Investasi di perusahaan publik
    Memiliki nasihat investasi yang baik
    Lulus dengan nilai terbaik/hampir tebaik

    Hasil survey yang dilakukan oleh Thomas J. Stanley, Ph.D yang ditulis dalam buku The Millionaire Mind. Survey dilakukan di Amerika dengan total 1.001 responden. 733 diantaranya adalah miliuner dengan kekayaan di atas USD 1 juta (dikutip dari buku Born to be a Genius oleh Adi W. Gunawan: 2005)
    READ MORE - FAKTOR SUKSES
    Labels:

    I HAVE A DREAM

    Posted by Rino Safrizal 0 comments
    SAYA merasa bahagia bergabung bersama Anda hari ini, dengan apa yang akan terjadi dalam sejarah sebagai demonstrasi terbesar demi kebebasan dalam sejarah bangsa kita.
    Lima ratus tahun lalu, seorang Amerika yang hebat, yang bayangan simboliknya sekarang kita rasakan, menandatangani Proklamasi Emansipasi. Keputusan penting itu adalah lentera harapan bagi jutaan budak Negro yang masih terbakar dalam api ketidakadilan. Peristiwa itu dipandang sebagai sebuah kabar gembira yang mengakhiri malam panjang mereka dalam tahanan.
    Tetapi seratus tahun kemudian, ternyata kaum Negro masih terkekang.
    Seratus tahun kemudian, hidup seorang Negro masih menyedihkan, pincang karena belenggu pemisahan dan rantai diskriminasi.
    Seratus tahun kemudian, Negro masih hidup di sebuah pulau kemiskinan yang sepi di tengah-tengah luasnya lautan kemakmuran materi.
    Seratus tahun kemudian, kaum Negro masih hidup merana di sudut-sudut kota Amerika dan menemukan dirinya hidup dalam pengasingan di tanahnya sendiri.
    Jadi kita hadir hari ini di sini untuk mendramatisasi kondisi yang memilukan. Ibaratnya kita datang ke ibukota Negara untuk mencairkan cek kita.


    Ketika arsitek republik ini menulis kata-kata indah tentang konstitusi dan Deklarasi Kemerdekaan, mereka menandatangani surat utang di mana setiap orang Amerika adalah ahli waris. Surat utang itu menjanjikan bahwa setiap orang, ya, kulit hitam, dan juga kulit putih, terjamin hak hidupnya yang tidak terpisah-pisah yang dapat diambil oleh orang lain, termasuk kebebasan, dan pencarian kebahagiaan hidupnya.

    Mudah dimengerti hari ini Amerika sudah melalaikan janjinya. Amerika telah memberikan orang Negro cek yang buruk; sebuah cek yang dikembalikan dengan tulisan ”tidak cukup dana”.
    Kami menolak mempercayai bahwa dana tidak cukup dalam ruang kesempatan bangsa ini. Kami ingin tunaikan cek ini, cek yang akan memberikan tuntutan kekayaan, kebebasan dan keadilan yang aman.
    Kita datang ke tempat keramat ini untuk mengingatkan Amerika tentang ketakutan yang mendesak. Tidak ada waktu untuk berada dalam kemewahan atau menelan sedikit demi sedikit obat yang meredakan. Sekarang waktunya untuk membuktikan janji demokrasi.


    Sekarang saatnya untuk bangkit dari kegelapan dan menyingkirkan lembah pemisahan ke jalan cahaya keadilan antarras.

    Sekarang tiba saatnya mengangkat bangsa ini dari pasir ketidakadilan rasial ke batu kuat persaudaraan.
    Sekarang saatnya menjadikan keadilan sebuah kenyataan untuk smua orang. Adalah fatal bila bangsa ini melupakan keadaan yang mendesak. Terik di musim panas dari ketidakpuasan yang masuk akal orang Negro tidak akan berhenti sampai musim semi kebebasan dan persamaan yang menyegarkan datang.
    Sembilan belas enam tiga buka sebuah akhir, tetapi permulaan. Dan mereka yang mengharapkan Negro meledakkannya, dan menjadi sesuka hati, kita akan bangunkan secara kasar jika bangsa ini kembali kepada ‘business as usual’.
    Tidak akan ada istirahat atau ketenangan di Amerika sampai Negro diberi hak-hak kewarganegaraannya. Angin puyuh pemberontakan akan terus berlanjut menggoncang fondasi bangsa sampai datang keadilan itu.


    Tetapi ada sesuatu yang saya harus katakan kepada kaum saya yang berdiri di ambang pintu yang hangat yang membawa ke istana keadilan. Dalam proses mengambil hak-hak itu kita tidak boleh melakukan kesalahan dengan melanggar hukum.
    Jangan puaskan kehasuan kebebasan dengan meminum dari cangkir kepahitan dan kebencian. Kita harus selalu berjuang dengan martabat dan disiplin. Jangan biarkan protes kreatif ini diturunkan derajatnya dengan kekerasan fisik.

    Sekali lagi dan sekali lagi kita harus bangkit ke tingkat yang paling mulia dengan mempertemukan kekuatan fisik dengan kekuatan jiwa.
    Jangan sampai semangat militan ini membawa kita dalam ketidakpercayaan kepada semua masyarakat kulit putih. Untuk banyak Anda kulit putih kita, sebagai bukti dengan kehadiran mereka hari ini, telah menyadarkan bahwa kebebasan mereka sejalan dengan kebabasan kita. Serangan bersama kita telah bergemuruh, dan harus terus dikawal oleh tentara kedua warna kulit. Kita tidak bisa berjalan sendiri.
    Dan seiring kita berbicara, kita berikrar bahwa kita harus bergerak ke depan. Kita tidak berbalik ke belakang. Ada yang mempertanyakan perjuangan tentang hak-hak sipil ”Kapan Anda merasa puas?” Kita tidak akan pernah merasa puas sepanjang Negro masih menjadi korban kekerasan-kekerasan Polisi yang brutal.
    Kita tidak akan pernah merasa puas sepanjang badan kita, yang letih setelah perjalanan jauh, tidak diperkenankan beristirahat di penginapan. Kita tidak akan merasa puas sepanjang mobilitas orang Negro dibatasi dari satu gehto ke gehto lain.
    Kita tidak akan pernah merasa puas sepanjang anak-anak kita dirampas harga dirinya oleh rambu-rambu yang menyatakan ”Hanya Untuk Kaum Kulit Putih”. Kita tidak akan pernah puas sepanjang orang Negro di Mississippi tidak boleh ikut memilih dan orang Negro di New York percaya, dia tidak memiliki apa-apa untuk memilih. Tidak, kita tidak puas, dan kita tidak akan puas sampai keadilan mengalir seperti air dan bergerak seperti aliran sungai.
    Saya sadar sebagian dari Anda datang ke sini setelah keluar dari pengadilan dan kesengsaraan yang berlebihan. Sebagian dari Anda telah datang ke sini langsung dari penjara yang sempit. Sebagian lagi meminta kebebasan dari pukulan-pukulan, penyiksaan dan kebrutalan polisi.


    Anda telah menjadi veteran dari penderitaan yang kreatif. Kembali bekerja dengan kepercayaan yang tidak menyisakan kepedihan adalah penyelamatan.

    Kembali ke Mississippi; kembali ke Alabama; kembali ke Carolina Selatan; kembali ke Georgia; kembali ke Lousiana; kembali ke dusun dan perkampungan kecil di Kota sebelah utara, mengetahui bahwa bagaimanapun situasi dapat, dan akan berubah. Jangan biarkan kita meratapi terus di bukit keputusan.


    SAYA katakan kepada Anda, sahabat saya, meskipun kita harus berhadapan dengan kesulitan hari ini dan besok, saya masih bermimpi. Sebuah mimpi yang mengakar di mimpi orang Amerika, mimpi di mana suatu hari bangsa ini akan bangkit dan hidup dalam pengertian yang sebenar-benarnya tentang kepercayaannya. Siapa yang memegang teguh kebenaran ini akan menjadi bukti, bahwa semua orang diciptakan sama.


    Saya bermimpi kalau suatu hari di bukit merah Geogria, anak dari bekas budak dan anak dari bekas pemilik budak akan dapat duduk bersama di meja perAndaan.

    Saya bermimpi kalau suatu hari, meskipun negara bagian Mississippi, negara bagian yang sangat panas dengan ketidakadilan, panas dengan penindasan akan berubah menjadi mata air kebebasan dan keadilan.

    Saya bermimpi keempat anak kecil saya suatu hari akan hidup di sebuah bangsa di mana mereka tidak akan dinilai karena warna kulitnya, tetapi karena karakter mereka.

    Saya bermimipi itu hari ini!
    Saya bermimpi suatu hari di Alabama, dengan persoalan rasis yang sangat ganas, dengan gubernurnya yang melontarkan kata-kata yang menyudutkan dan kontradiktif dari bibirnya, suatu hari di Alabama, anak kecil kulit hitam laki-laki dan perempuan akan dapat berpegangan tangan dengan anak kecil kulit putih laki-laki dan perempuan seperti kakak beradik. Saya bermimpi itu hari ini!


    Saya bermimpi kelak setiap dusun akan mulia, setiap bukit dan pegunungan akan dibuat rendah, tempat yang kasar akan dibuat datar, dan tempat yang berliku-liku akan dibuat lurus dan kemuliaan Tuhan akan terungkap dan semua orang akan melihat itu semua.

    Ini harapan kita.
    Ini kepercayaan yang akan saya bawa pulang ke Selatan.
    Dengan kepercayaan ini, kita akan dapat menebang gunungan kepatahan hati sebuah batu harapan.
    Dengan kepercayaan ini kita dapt merubah kesalahpahaman di bangsa kita menjadi simphoni perAndaan yang indah.
    Dengan kepercayaan ini, kita akan dapat bekerja bersama, berdoa bersama, berjuang bersama, dipenjara bersama, berdiri untuk kebebasan bersama, mengetahui kalau kita akan bebas suatu hari.
    Hari ini akan menjadi hari di mana anak-anak Tuhan akan dapat bernyanyi dengan makna baru –


    ”Negaraku adalah milik-Ku, tanah indah kebebasan, untuk-Mu aku bernyanyi, tanah di mana ayahku meninggal, tanah kebanggaan peziarah, dari semua tepi gunung, biarkan kebebasan bergema”

    – dan jika amerika menjadi sebuah bangsa yang besar, ini harus menjadi kenyataan.
    Jadi biarkan kebebasan bergema dari atas bukit New Hempshire yang luar biasa.
    Biarkan kebebasan bergema dari atas puncak bukit Alleghenies Pennsylvania.
    Biarkan kebebasan bergema dari gunung yang diselimuti salju Colorado.
    Biarkan kebebasan bergema dari lekukan lereng California.
    Biarkan kebebasan bergema dari Gunung Batu Georgia.
    Biarkan kebebasan bergema dari pemandangan gunung Tennessee.
    Biarkan kebebasan bergema dari setiap bukit dan onggokan tanah Mississippi,
    dari setiap tepi gunung biarkan kebebasan bergema.
    Dan ketika kita membiarkan kebebasan bergema, ketika kita biarkan itu bergema dari setiap desa dan dusun, dari setiap negara bagian dan kota, kita akan dapat mempercepat dari mana hari itu ketika semua anak-anak Tuhan, pria kulit hitam dan putih, Yahudi atau bukan, Katolik dan Protestan, akan dapat berjabat tangan dan bernyanyi dalam bahasa spiritual Negro lama,

    ”Akhirnya bebas, akhirnya bebas, terima kasih Tuhan yang Agung, kita akhirnya bebas.”

    M. L. King, 1963
    READ MORE - I HAVE A DREAM
    Labels:

    ANTARA 23.59.59 – 00.00.00/09 – 10

    Friday, January 1, 2010 Posted by Rino Safrizal 0 comments
    Persembahanku untuk tahun baru 2010
    Menjelang tahun baru, aktivitas segelintir masyarakat disibukkan dengan persiapan malam akhir tahun. Sebagian besar didominasi oleh kaum remaja. Mereka mendirikan stand dimana-mana, entah untuk tujuan apa; yang jelas pergantian tahun banyak dihabiskan di stand yang mereka banggakan tersebut. Tidak peduli pria ataupun wanita, mereka bercampur aduk membentuk koloni dengan gaya mereka masing-masing. Even-even bermunculan dengan daya tarik mereka yang bernilai jual. Kembang api telah dipersiapkan sebagai simbol pergantian waktu. Entah kenapa harus dengan kembang api, saya juga tidak tahu dan saya yakin sekali kalau orang lain juga tidak banyak yang mengetahuinya. Tampak muda mudi bertengger di atas motornya, ternyata tidak hanya satu, mereka berderet, ada yang berpelukan atau hanya sekedar basa basi belaka. Teriakan terompet yang mereka bawa seolah menandakan tahun baru yang akan segera ditempuh bakal lebih baik dari tahun sebelumnya.
    Apa yang mereka harapkan di malam tersebut? Apakah hanya sekedar menikmati indahnya kembang api atau hanya bersenang-senang dengan teman satu geng, atau bagi yang sedang p.d.k.t ingin memanfaatkan moment tersebut untuk mengungkapkan perasaan mereka, atau lebih jauh lagi menjadi moment intropeksi diri dan harapan kedepan untuk lebih baik? Hanya diri kita yang tau akan jawaban ini.
    Banyak kegiatan yang mereka lakukan di selang waktu tersebut. Berharap untuk lebih baik dari sebelumnya merupakan keinginan setiap orang. Tapi banyak juga yang hanya sekedar melewatkan waktu begitu saja tanpa memaknai waktu yang telah mereka lalui hampir satu tahun. Apa yang kita rasakan sebenarnya ketika kita berhadapan dengan waktu tersebut? Setiap orang menjalani hidup dengan cara mereka sendiri yang menurut mereka baik dan pantas untuk didapatkan. Ketika kita menjalani kehidupan, tanpa terasa detik-detik yang kita lalui membawa kita seperti sekarang. Apakah kita puas dengan kehidupan kita sekarang? Mungkin dengan mengingat masa-masa yang menyenangkan di masa lalu akan memberikan motivasi untuk hidup lebih baik lagi. Tapi, tidak demikian untuk mereka yang tidak bisa memaknai apa-apa dari perjalanan waktu. Dan lebih parahnya lagi mereka yang sehari-hari berhadapan dengan kegagalan dan keputus asaan malah tidak bisa berbuat banyak. Mereka terperangkap oleh pikiran negatif mereka. Ketakberdayaan untuk merubah diri sendiri menyudutkan mereka dalam kehidupan sosial.
    Bagaimana kita menyikapi perubahan? Hal yang harus dipikirkan sekarang ketika kita melangkah menuju tahun baru adalah membuat suatu harapan. Jangan Cuma harapan kosong belaka. Ketika kita berharap, berarti kita harus bertanggung jawab atas harapan-harapn tersebut dan menanggung konsekuensinya. Sikap-sikap negatif yang kita lakukan sebelumnya sedapat mungkin untuk diubah. Pertanyaan yang muncul berikutnya adalah apakah kita mampu melakukan hal ini karena sebelumnya sikap negatif tersebut telah menjadi kebiasaan? Ya, memang sangat sulit sekali. Siapapun kita, dari latar belakang berbeda, apakah hidup mapan atau tidak, akan merasakan hal ini. Tapi, tidak ada salahnya kita mencoba untuk berubah. Apakah kita tidak merasa bosan dengan hidup sebelumnya, tanpa makna dan tujuan?
    Sudah saatnya kita memikirkan siapa diri kita, dan mengetahui untuk apa kita hidup. Karena hanya dengan memikirkan dua hal itu, hidup terasa sangat berarti untuk dijalani.
    Selamat tahun baru 2010 buat teman-teman Alumni SMAN 1 Tebas.
    READ MORE - ANTARA 23.59.59 – 00.00.00/09 – 10
    Labels:

    ‘KOMUNIKASI INTRAPERSONAL’ Apakah Anda Pernah Melakukannya?

    Saturday, June 6, 2009 Posted by Rino Safrizal 0 comments
    Judul yang diangkat kedengarannya aneh atau sudah biasa di telinga Anda, tergantung pengalaman Anda masing-masing. Berkomunikasi denga diri sendiri, gimana caranya ya?
    Apakah Anda pernah melakukan seperti apa yang saya lakukan berikut ini?

    * Sms ke nomor handpone saya sendiri
    * Dialog ringan dengan diri saya sendiri tentunya lewat tulisan
    * Dialog dengan diri saya sendiri lewat pikiran
    * Kirim email yang sifatnya ‘memotivasi’, lagi-lagi untuk saya sendiri.

    Mengapa saya melakukan hal-hal itu?
    Apa yang saya lakukan adalah sebagai langkah untuk memotivasi diri sendiri, menjadikan diri saya lebih bersemangat dan mencari solusi terbaik untuk diri saya sendiri dengan mempertimbangkan kemungkinan-kemungkinan yang ada. Dan saya pikir, berkomunikasi atau dengan kata lain berbicara dengan diri sendiri adalah langkah yang tepat, fleksibel, jujur dan tentunya bisa dipertanggungjawabkan serta kita akan merasa puas karena berawal dari pemikiran kita dan untuk kita sendiri.
    Saya tidak bisa menjelaskan secara teoritis akan hal ini. Tetapi David J Schwartz dalam bukunya Berfikir dan Berjiwa Besar akan membantu saya menjelaskannya. Simak kutipan berikut ini.
    “berikan semangat kepada diri sendiri. Jangan praktekkan tindakan menghukum dan mengucilkan diri sendiri.” Beliau menambahkan “setiap hari kita melihat orang yang setengah hidup yang tidak lagi dapat berfikir sendiri dengan baik. Mereka tidak mempunyai respek kepada diri sendiri untuk sebagian besar produk mereka yang paling penting ‘diri mereka sendiri’. Orang-orang ini acuh tak acuh. Mereka merasa kecil. Mereka merasa diri mereka bukan siapa-siapa dan karena mereka merasa begitu, maka merekapun menjadi begitu”.
    “Orang-orang yang setengah hidup tersebut perlu menilai diri mereka lebih besar. Mereka perlu menyadari bahwa bagaimanapun mereka adalah orang kelas satu. Mereka memerlukan kepercayaan yang jujur dan tulus kepada diri sendiri.”
    Beginilah logikanya:
    Jika Anda merasa diri Anda ‘kecil’, maka yang akan Anda alami adalah hidup yang tidak menyenangkan, gelisah, tersiksa, bosan, minder, kurang besemangat, kurang pernghargaan, pesimistis dan sifat negatif lainnya.
    Tapi jika Anda merasa diri Anda ‘besar’, maka yang akan Anda alami adalah perihal sebaliknya.
    Jadi, bagaimana jika kita mengalami kondisi di atas?
    Saya rasa percakapan singkat dengan diri sendiri menjadi salah satu solusi terbaik dan patut dicoba untuk menjadikan diri kita ‘lebih besar’. Yach, mungkin dengan dua atau tiga kalimat pemberi semangat. Yang penting itu bisa membangkitkan ‘rasa hidup’ kita.
    Terakhir, apa yang dikatakan David J Schwartz memang benar “Anda adalah apa yang Anda pikirkan mengenai diri Anda. Berfikirlah bahwa diri Anda lebih besar, maka Andapun menjadi lebih besar.”
    Sekarang tergantung ke Anda lagi karena kendali hidup ada di tangan kita masing-masing.
    READ MORE - ‘KOMUNIKASI INTRAPERSONAL’ Apakah Anda Pernah Melakukannya?
    Labels:

    FOLLOWER