Showing posts with label INSPIRASI INDONESIA. Show all posts
Showing posts with label INSPIRASI INDONESIA. Show all posts

Memotivasi Diri Melalui Rasa Percaya Diri

Tuesday, April 23, 2013 Posted by Rino Safrizal 5 comments
Oleh: Muhamad Yunus

Aset paling berharga bagi banyak orang adalah juga aset yang paling belakangan dihargai. Aset itu, bila ditangani dengan semestinya, akan mampu memberikan hasil secara dramatis. Aset yang tidak dapat dikenakan harga setinggi apapun. Itulah otak manusia, pikiran dan proses berfikir.

Otak merupakan kawasan penyimpanan yang kapasitasnya luar biasa, menjadi pentinglah untuk berhati-hati di dalam mengisinya. Sebagian orang mempunyai otak yang penuh dengan pemikiran dan pengalaman negatif. Mereka akan secara terus-menerus menanamkan masukan saya tidak mampu dengan setumpuk alasan mengapa mereka tidak mampu. Sehingga ketika dihadapkan pada sebuah kesempatan atau tantangan baru, otak mereka, ketika ditanya, mengirimkan jawaban : Tidak, kamu tidak mampu, atau tanggapan lain semacam itu.

Lima langkah yang diperlukan untuk membangun kepercayaan diri dan yang pada gilirannya membangun rasa percaya diri bagi motivasi diri dari dalam.

Hindari mencari-cari alasan

Begitu banyak orang mengurungkan niat mereka dengan mengajukan alasan yang tidak masuk akal dan samasekali salah. Seperti :
Saya tidak bisa
Saya tidak mampu sebab...
Pendidikan saya belum memadai
Saya sudah terlalu tua
Saya masih terlalu muda, dll

Siapapun dapat mencari alasan bagi hampir segalanya, maka dalam membangun kepercayaan diri, jangan sekali-kali membuat alasan. Hal itu mungkin sangat menyenangkan dan menentramkan hati, tetapi alasan-alasan hanya akan menghamabat seseoarang dari pencapaian sasaran. Ingatlah bahwa otak Anda adalah kawasan penyimpanan -- apa yang Anda masukkan pada gilirannya akan keluar lagi, jadi gantilah penyisipan hal-hal negatif dengan hal-hal positif.

Gunakan Daya Imajinasi

Otak dengan kapasitasnya yang tidak terbatas dapat membantu Anda dengan tanpa batasan mencapai ambisi hidup jika Anda memberinya kesempatan. Biarkan dia menggambarkan diri Anda sebagai pribadi yang Anda inginkan. Dengan jelas menggambarkan apapun wujud yang Anda inginkan. Semakin Anda memikirkan itu semua semakin besar kepastian akan suatu hasil yang positif.

Jika Anda terus menerus membiarkan pikiran Anda dipenuhi dengan bermacam-macam pemikiran mengenai penyakit dan kesehatan yang buruk, Anda hampir pasti akan mengalami penyakit yang Anda pikirkan. JIka Anda terus menerus memikirkan hasil negatif tentang pergaulan atau karier bisnis, pemikiran itu pada gilirannya akan mengakar dalam diri Anda. Maka dalam proses membangun kepercayaan diri dengan menmggunakan proses kesan daya imajinasi otak, pentinglah untuk menjadi yakin bahwa apa yang sedang Anda pikirkan dan lihat dengan jelas adalah hal yang positif. Hal yang positif itu harus memungkinkan kesan positif pada diri Anda dan peningkatannya, serta pemikiran positif itu harus mengarah ke sasaran Anda, cita-cita dan kebahagiaan dalam hidup.


Jangan Takut Gagal

Kegagalan telah mengahalangi begitu banyak orang sehingga mereka mundur sebelum mencoba, berbuat atau meraih keberhasilan sebab mereka tidak mampu menerima terminologi dimana ada kemungkinan untuk gagal. Sebagian orang benar-benar tidak pernah mencoba sesuatupun sebab rasa takut gagal ini telah menguasai otak mereka selama bertahun-tahun. Setiap hari mereka memikirkan kegagalan ini sehingga mereka tidak pernah sungguh-sungguh melakukan sesuatu dan pada akhirnya mereka tidak percaya diri dan penuh keraguan.

Penampilan Membentuk Kepercayaan Diri

Penampilan luar memang bukan segalanya. Kadang-kadang perlu untuk membelanjakan uang demi penampilan luar yang menarik, karena dengan penampilan luar yang menarik memberi kesempatan yang ada dalam diri Anda untuk merasa baik. Tetapi haruslah tetap bersikap realistis. Sebagian orang bersikap berlebihan dalam penampilan mereka dan pada akhirnya semua itu hanya demi kepuasan ego mereka.

Susunlah Catatan Mengenai Sukses Yang Diperoleh

Setiap orang pernah mencapai sukses dalam hidupnya. Cara mengumpulkan catatan sukses masa lalu sangat sederhana. Pikirkan balik sukses Anda yang paling awal yang mungkin terjadi pada masa sekolah ketika memenangkan lomba balap kelereng atau balap karung. Mungkin juga berawal dari ucapan selamat ketika memenangkan lomba mengambar atau melukis. Ini bisa dulakukan secara lisan pada suatu audio kaset atau buku catatan. Anda bisa melihat kembali catatan dan memperbaharui aset paling berharga Anda dengan kenangan akan sukses tersebut.

Motivasi hanya dapat mengabadikan diri berdasarkan harapan. Untuk memotivasi diri, seseorang harus memiliki harapan tentang sebuah masa depan. Oleh karena itu dalam memotivasi diri seseorang bertanggung jawab untuk menciptakan sendiri harapannya.

Disarikan dari buku Sukses Memotivasi karangan Richard Denny

Have a positive day!

Salam Inspirasi

Mohamad Yunus

HRD & General Services Mgr of Pharmaceutical Company

Moderator dan Inspirator - Inspirasi Indonesia

NLP Master Practitioner License of Dr. Richard Bandler

Hypnosis and Hypnotherapy Certified

7 Habits of Highly Effective People Facilitator

Life Coach & Therapist

www.inspirasiindonesia.com

“The MAP is Not The Territory”

Mau berpartisipasi dengan forum Inspirasi Indonesia? Klik di sini
READ MORE - Memotivasi Diri Melalui Rasa Percaya Diri

7 Hal Mengenai Pertengkaran yang Patut Dipertimbangkan

Monday, September 19, 2011 Posted by Rino Safrizal 0 comments

Oleh: Hingdranata Nikolay

Bertengkar antara pasangan? Bukan hal yang buruk. Bertengkar bahkan sebuah hal yang sangat baik, saat diarahkan ke yang bermanfaat dan dilakukan dengan fokus dan cara yang sehat. Berikut beberapa hal yang patut untuk dipertimbangkan oleh pasangan, sehubungan dengan pertengkaran.

1. Saya permasalahkan karena saya sayang kita berdua!
Ingat, bahwa komplain adalah tanda peduli. Kita komplain karena kita ingin sesuatu berubah demi kenyamanan bersama. Saya ulangi, kenyamanan bersama. Tidak semua pasangan bercuap-cuap hanya untuk kenyamanan sendiri. Ingat bahwa saat Anda berdua, kenyamanan bersama adalah yang penting. Masing-masing punya keinginan, karena itu kompromi adalah jalan tengah yang masuk akal! Ingat, bahwa kita justru harus berterimakasih pada pasangan saat ia protes atau mempermasalahkan sesuatu, karena itu tanda bahwa ia peduli. Pasangan yang tidak peduli, entah pura-pura suka, pura-pura tidak tahu, membisu, lalu melakukan hal-hal yang lebih merusak hubungan!

2. Kata-kata dan Perilaku Saya tidak Mewakili Niat Saya!
Emosi membuat pikiran tersumbat! Supply kata-kata maupun perilaku menjadi terbatas! Ini saatnya untuk saling sadar bahwa apapun kata-kata yang diucapkan dan bahasa tubuh yang ditunjukkan tidak mewakili NIAT sang pasangan. Keterbatasan pengetahuan dan pengalaman, serta minimnya kedewasaan, bisa membuat masing-masing pasangan mengeluarkan kata-kata yang 'bodoh' atau menyakiti. Dan catat, bahwa itu sama sekali tidak mewakili dirinya dan NIAT-nya! Karena itu, stop menganalisa panjang dan membawa-bawa asumsi-asumsi yang tidak perlu! Kita semua pernah dan berhak untuk bertindak 'bodoh', teledor, canggung.

3. Meminta Maaf itu Tanda Peduli, Bukan Harus Berarti Rasa Bersalah
Saat pasangan saling bertengkar, yang sering dipancing adalah rasa bersalah di pihak pasangannya. Kepuasan bisa datang saat salah satu berhasil melemparkan rasa bersalah ke yang lain. Karena itu pula seringkali kata 'maaf' jadi sulit keluar, seolah dengan kata itu, kita jadi di pihak yang bersalah. Catat dan pertimbangkan ini: apakah masuk akal Anda tidak ingin diri Anda disakiti justru dengan menyakiti? Rasa bersalah itu menyakitkan, karena itu masing-masing tidak perlu saling melemparkan itu. Kata 'maaf' itu tanda peduli dan tidak perlu dihubungkan dengan rasa bersalah atau pengakuan bersalah. Itu tanda peduli dan sayang. Cukup di situ saja.

4. Memaafkan Tidak Sama dengan Membenarkan Perilaku Pasangan
Ini juga menjadi catatan penting. Seringkali pasangan tidak mau saling memaafkan karena seolah dengan melakukan itu, ia membenarkan perilaku pasangan yang menyebabkan pertengkaran tersebut. Padahal, memaafkan sama sekali tidak berarti membenarkan atau menyetujui perbuatan pasangan! Itu tanda kita sadar bahwa pasangan kita tidak sempurna dan kita peduli kebersamaan! Jadi memaafkan adalah hal yang sederhana sekali!

5. Pertengkaran itu Alat Pengenalan, bukan Ajang Tuntutan
Pertengkaran adalah ajang untuk mengenal dengan baik keinginan dan hasrat tersembunyi pasangan. Berterimakasihlah pada kesempatan untuk pengenalan ini. Seringkali keinginan asli pasangan keluar dalam argumentasi atau dalam protesnya. Dan ingat, ini bukan ajang menuntut. Ini ajang saling mengenai keinginan masing-masing! Berpasangan adalah ajang saling melengkapi dan sekaligus kompromi apabila terjadi perbedaan!

6. Rasa Sakit Hati Disebabkan karena Proses Berpikir Kita Sendiri!
Proses berpikir kita mengenai apa yang terjadilah yang menyebabkan kita sakit hati! Kita sakit hari karena akumulasi dari pemikiran kita menyangkut kejadian-kejadian sebelumnya, perasaan-perasaan sebelumnya, asumsi NIAT pasangan, memori kita, apa yang pernah kita dengar sebelumnya, asumsi yang terjadi berikutnya, di samping kasus yang terjadi. Jadi kita tidak melihat hal-hal apa adanya. Kita melihat dengan berbagai referensi dan asumsi, sehingga emosi kita meninggi. Kalau dia baru melakukan ini sekali, Anda tentu bereaksi berbeda bukan? Berarti Anda menilai dengan menjumlah kasus ini dengan asumsi sebelumnya! Berhentilah menghubung-hubungka n dan menganalisa yang tidak perlu! Sederhanakah kejadiannya!

7. Apapun yang Terjadi, Dia Adalah Pasangan Saya!
Kalau kehidupan berpasangan adalah sebuah gelas, Anda tidak akan bisa minum lagi dari gelas tersebut! Kalau itu adalah sebuah rumah, maka kerusakannya akan terlalu parah untuk bisa menghadapi badai yang lebih besar! Saat terjadi pertengkaran, ingatlah Anda akan kembali ke rumah itu, sebelum Anda melakukan hal-hal lebih bodoh lagi dan merusak rumah itu hanya agar Anda puas. Anda gores, Anda lukai, Anda tusuk terus-menerus, seorang pasangan yang baik dan sabar sekalipun, tetap akan terluka. Ingat, bahwa ia adalah pasangan kita! Lindungi dia, seperti Anda melindungi diri sendiri!

Have a positive day!

Hingdranata Nikolay
Licensed Trainer of NLP
Design Human Engineer

Mau berpartisipasi dengan forum Inspirasi Indonesia? Klik di sini

READ MORE - 7 Hal Mengenai Pertengkaran yang Patut Dipertimbangkan

MENGHARGAI SEBUAH PILIHAN

Saturday, July 30, 2011 Posted by Rino Safrizal 0 comments
By: agus syafii dari Inspirasi Indonesia

Waktu itu saya dan Hana membeli peralatan sekolah. Hana menoleh kepada saya, seolah mengatakan 'ayah saya mau beli buku bukan pensil. Hana terlihat memegangi buku bagus. Saya menjawab dengan senyuman. Pertanda setuju atas pilihannya.

Sepanjang hidup kita senantiasa dihadapkan kepada pilihan. Pilihan itu selalu disajikan dengan jelas dan mudah, baik dan buruk. Kenyataannya dalam hidup tidak demikian. Pilihan tidak selalu terlihat begitu jelas dan seringkali lebih banyak dari dua pilihan.

Bagi anak-anak kita tidak perlu dibuat menjadi berat untuk memilih. Anak-anak terkadang membuat kita orang dewasa menjadi menjengkelkan karena hal-hal yang sepele. Maka tugas kitalah memberikan mereka kekuatan dan kearifan ketika anak sedang dihadapkan pada pilihan. Kita mengerti bahwa membuat pilihan sebuah tahapan yang harus kita lalu dalam hidup ini namun juga pengambilan keputusan merupakan pengalaman yang berharga.

Maka sebagai orang tua kita harus berusahan mendukung ketika anak-anak kita harus memilih. Tak hanya memberikan dukungan semata namun juga menghargai setiap pilihan yang sudah ditentukan oleh anak-anak kita.

Wassalam,

Mau berpartisipasi dengan forum Inspirasi Indonesia? Klik di sini

READ MORE - MENGHARGAI SEBUAH PILIHAN

Menghadapi Kritik

Sunday, September 6, 2009 Posted by Rino Safrizal 0 comments
Oleh: Hingdranata Nikolay
Dikritik?
Entah itu kita anggap kritik membangun atau merusak, keduanya bermanfaat.
Serap sebagai PELENGKAP STRATEGI untuk MAJU, bukan penghenti langkah.
Apapun isi dari kritik tersebut, bisa dipakai sebagai PELENGKAP langkah kita.
Kalau tidak melengkapi? Buang saja! Menyimpannya sama saja mengakui itu bermanfaat!
Toh sering yang mengkritik sebenarnya tidak cukup mengerti apa yang dikritik.
Kecuali memang mereka pernah melakukannya jauh lebih baik dari Anda.
Dan ingat, yang berkomentar belum tentu bisa melakukannya lebih baik, sering malah tidak bisa!
So, just SMILE & say THANKS!

Sumber: Inspirasi Indonesia
READ MORE - Menghadapi Kritik

Kemauan Keras, Keyakinan, dan Imajinasi

Posted by Rino Safrizal 0 comments
Pendorong kuat diri kita utk melakukan atau tidak adalah EMOSI.

80% manusia bertindak krn emosiny tanpa sempat berpikir.

Prinsip kerja otak utk manusia yg tepat :
Berpikir -> Asosiasi Visual -> Emosi (amygdale yg dkt dan dibwh dr lobus prefrontalis) , -> impuls listrik naik keatas perlahan dari area broca / pusat bicara hingga ke seluruh pusat organ gerak (gerakan motorik).

Sumber: Inspirasi Indonesia
READ MORE - Kemauan Keras, Keyakinan, dan Imajinasi

toko suami (ilustrasi kesempurnaan)

Posted by Rino Safrizal 0 comments
Sebuah toko unik yang menjual calon suami baru saja dibuka di kota New York, tempat dimana wanita dapat memilih suami yang paling tepat untuknya. Diantara instruksi2 yang ada di pintu masuk terdapat instruksi yang menunjukkan bagaimana aturan main untuk masuk toko tersebut.

"ANDA HANYA DAPAT MENGUNJUNGI TOKO INI SATU KALI!"

Toko tersebut terdiri dari 6 lantai, dimana semakin tinggi lantainya, semakin tinggi pula nilai lelaki tersebut. Anda dapat memilih lelaki di lantai tertentu atau lebih memilih ke lantai berikutnya tetapi dengan syarat tidak bisa turun ke lantai sebelumnya. Lalu, seorang wanita pergi ke Toko Suami tersebut untuk mencari suami yang tepat untuknya. Setelah ia membayar karcis masuk ke toko tersebut dengan harga yang cukup mahal, ia mulai memasuki lantai pertama.

Di lantai 1 terdapat tulisan...
Lantai 1: Lelaki di lantai ini memiliki pekerjaan dan taat pada Tuhan.

Di lantai 2 terdapat tulisan...
Lantai 2: Lelaki di lantai ini memiliki pekerjaan, taat pada Tuhan dan senang anak kecil.

Di lantai 3 terdapat tulisan...
Lantai 3: Lelaki di lantai ini memiliki pekerjaan, taat pada Tuhan, senang anak kecil dan cakep.

Wow.. pikir wanita tersebut, tapi dia masih penasaran dan ingin untuk terus naik.

Lalu sampailah wanita itu di lantai 4 dan terdapat tulisan...
Lantai 4: Lelaki di lantai ini memiliki pekerjaan, taat pada Tuhan, senang anak kecil, cakep banget dan suka membantu pekerjaan rumah.

Ya ampun..! Si wanita berseru, "Aku hampir tak
percaya..!".

Si wanita penasaran dan tetap melanjutkan ke lantai 5 dan terdapat tulisan seperti ini...
Lantai 5: Lelaki di lantai ini memiliki pekerjaan, taat pada Tuhan, senang anak kecil, cakep banget, suka membantu pekerjaan rumah dan memiliki sifat romantis.

Dia tergoda untuk berhenti di lantai 5, tapi kemudian dia melangkah kembali ke lantai 6 dan di lantai itu terdapat tulisan...
Lantai 6: Anda adalah pengunjung yang ke 4363012. Tidak ada lelaki di lantai ini, lantai ini hanyalah semata-mata bukti untuk wanita yang tidak pernah puas seperti anda! Terima kasih telah datang di Toko Suami. Hati-hati ketika keluar toko dan semoga hari ini adalah hari yang indah buat anda!

Sumber: Inspirasi Indonesia
READ MORE - toko suami (ilustrasi kesempurnaan)

Menghindari Dan Mengatasi Kejahatan Hypnosis Tradisional (Gendam)

Tuesday, July 14, 2009 Posted by Rino Safrizal 0 comments
Penipuan melalui hipnotis atau di kalangan masyarakat umum dikenal dengan istilah "gendam", dipercaya sebagai teknik hipnotis dengan menggunakan kekuatan magic & mistik.

Secara teknis, fenomena "gendam" dapat merupakan salah satu atau gabungan dari : hipnotis konvensional dengan metode induksi kejutan, hipnotis Ericksonian, teknik energi esoteris, atau kekuatan pikiran (telepati, magnetisme).

Berikut ini petunjuk untuk menghindari dan mengatasi kejahatan Hipnotis atau "gendam" :

• Jangan membiarkan pikiran kosong ketika berada di daerah umum. Pikiran kosong dapat mengakibatkan gerbang telepati terbuka, sehingga pihak lain dapat dengan mudah menyampaikan pesan secara telepati.

• Waspadalah jika tiba-tiba timbul rasa kantuk yang tidak wajar, ada kemungkinan bahwa seseorang yang bermaksud negatif sedang melakukan "Pemaksaan Secara Telepati".

• Bagi mereka yang memiliki kebiasaan "latah", sebaiknya jangan bepergian ke tempat umum tanpa teman. Mereka yang mempunyai kebiasaan "latah" cenderung memiliki gerbang bawah sadar yang mudah dibuka paksa dengan bantuan kejutan (Shock Induction). Hal yang sama juga berlaku bagi mereka yang mudah terkejut.

• Jangan mudah panik jika tiba-tiba ada beberapa orang yang tidak dikenal mengerumuni anda untuk suatu alasan yang tidak jelas. Sekali jangan mudah panik ! Karena rasa panik akan mempermudah terbukanya gerbang bawah sadar anda !

• Jangan mudah panik jika tiba-tiba ada seseorang yang menepuk bahu anda ! Usahakan agar pikiran dan panca indera anda tetap aktif ke seluruh lingkungan ! Jangan terfokus pada ucapan-ucapan orang yang menepuk anda ! Segera berpindahlah ke daerah yang lebih ramai !

• Jika secara tiba-tiba, tanpa alasan yang jelas, dada anda terasa sesak, dan diikuti dengan perut agak mual, dan kepala sedikit pusing, waspadalah karena mungkin ada seseorang tengah mengerahkan energi gendam ! Segera lakukan "grounding", yaitu meniatkan membuang seluruh energi negatif ke bumi (cukup visualisasi) .

• Jika terjadi hal-hal yang mencurigakan, segera sibukkan pikiran anda, agar tetap berada di frekwensi yang mengakibatkan efek hipnotis tidak dapat bekerja ! Antara lain dengan : berdoa dalam hati, menyanyi dalam hati, atau memikirkan hal-hal yang berat !

• Jika ternyata anda mulai merasa memasuki suatu "kesadaran berbeda" dari biasanya, mungkin anda sudah mulai terpengaruh oleh Hipnotis. Jika anda merasakan hal ini, maka segera niatkan dalam hati : "Dalam 3 hitungan, saya akan kembali sadar dan normal sepenuhnya ....", kemudian segera hitung dalam hati : "Satu ..., dua, ... tiga".

• Akhirnya, tanamkan terus menerus di dalam diri anda, bahwa hipnotis tidak akan bekerja bagi mereka yang menolaknya ! Hal ini juga berlaku untuk ilmu gendam !

Tips ini disampaikan oleh Yan Nurindra, pakar Hypnosis yang sangat menguasai Western Hypnosis dan Traditional Hypnosis

Have a positive day!

Salam Inspirasi

Mohamad Yunus

HRD & General Services Mgr of Pharmaceutical Company

Moderator dan Inspirator - Inspirasi Indonesia

NLP Master Practitioner License of Dr. Richard Bandler

Hypnosis and Hypnotherapy Certified

7 Habits of Highly Effective People Facilitator

Life Coach & Therapist

www.inspirasiindone sia.com

“The MAP is Not The Territory”

Sumber: Forum Inspirasi Indonesia
READ MORE - Menghindari Dan Mengatasi Kejahatan Hypnosis Tradisional (Gendam)

Pekerjaan Saya 'Gue Banget!'

Posted by Rino Safrizal 1 comments
Neuro-Linguistic Programming
Oleh: Hingdranata Nikolay

Ini sebuah generalisasi terhadap kita-kita yang menganggap diri kita tidak bisa bahagia di pekerjaan atau profesi kita. Lebih banyak kita yang hanya 'DO' dan tidak 'BE' dalam profesi tersebut. Kita hanya sebatas MELAKUKAN sebuah pekerjaan, tapi tidak punya IDENTITAS sesuai pekerjaan tersebut.
Mari saya jelaskan lebih mudah. Pekerjaan Anda sekarang ini 'gue banget'? Jawaban 'Ya!' langsung bisa secara sederhana digeneralisasi Anda punya 'BE', bukan hanya 'DO'. Melakukan sesuatu, bisa melakukan sesuatu, atau punya kemampuan untuk melakukan sesuatu, tidak otomatis membuat Anda mempunya IDENTITAS sesuai pekerjaan tersebut. Saya bisa, tapi sebenarnya ini bukan yang saya mau lakukan. Saya bisa, tapi saya selalu merasa 'ini bukan saya'. Ring a bell?
Seseorang bertanya kepada Anda, apa yang Anda 'lakukan' untuk hidup atau apa pekerjaan Anda, Anda menjawab, "Saya menjual sebuah produk', Anda bermain di area 'DO'. Ada perbedaan antara saat Anda mengatakan 'saya menjual sebuah produk' dengan 'Saya seorang penjual produk X'. Ada sebuah kebanggaan IDENTITAS di situ. Jangan heran, saat ini kita temui para 'salesman/woman' yang menghindari menjawab label profesi mereka. Mereka hanya 'DO', bukan karena mereka punya IDENTITAS sebagai seorang penjual. Perhatikan bagaimana seseorang menceritakan kepada Anda mengenai pekerjaan atau profesi mereka. Ada yang berceloteh mengenai hal-hal yang ia lakukan, ada yang lebih ke dirinya saat ia melakukan pekerjaan tersebut.
Bagaimana dengan yang saat ini merasa pekerjaannya bukan 'gue banget'? Tuntutan ekonomi? Mungkin. Tidak punya PILIHAN lain? Bisa saja ada perasaan seperti itu. Hanya sementara atau hanya sebagai batu loncatan? Tentu, bisa saja menyimpan misi pribadi seperti itu. Yang lucu, yang kita katakan entah sebagai pekerjaan sementara, batu loncatan saja, pilihan satu-satunya, tuntutan ekonomi, atau apapun alasannya sehingga kita tidak bisa mempunya IDENTITAS sesuai dengan pekerjaan kita saat ini, atau belum menemukan pekerjaan yang sesuai IDENTITAS diri kita, berlangsung lamaaaa sekali! Untuk beberapa orang, yang dikatakan sementara itu akhirnya menjadi pekerjaan utamanya sampai berpuluh tahun! Yang sering kita tidak ingat adalah bahwa untuk bisa menemukan profesi atau pekerjaan yang kita inginkan atau untuk bisa mencintai pekerjaan atau profesi yang saat ini kita lakukan, keduanya butuh 'tindakan'! Entah saat ini Anda sedang mencari pekerjaan yang sesuai IDENTITAS diri Anda, atau Anda ingin menyesuaikan diri dengan IDENTITAS diri Anda dengan pekerjaan saat ini, keduanya butuh pemikiran dan tindakan yang nyata. We got to THINK and DO something, to BE something! Tidak ada proses otomatis!
Lho, apakah saya harus menyangkali diri dengan mengganti IDENTITAS diri saya sesuai pekerjaan saya? Tidak harus! Karena ada PILIHAN untuk MEMILIH pekerjaan yang sesuai dengan IDENTITAS diri kita khan? Kalau kita tidak mencintai pekerjaan kita dan tidak mengerjakan yang kita cintai, apakah kita perlu heran kenapa kita tidak bahagia dan tidak maksimal?
Kalau begitu bagaimana saya mulai menemukan 'BE' saya di pekerjaan? Sederhana sekali. Dan ini saya asumsikan Anda sudah punya TUJUAN atau GOAL atau misi hidup yang jelas. Kita sederhanakan saja PILHAN-nya ke dua hal berikut. Mulailah memikirkan dan mengerjakan sesuatu yang sesuai dengan IDENTITAS diri kita, atau mulailah menyesuaikan IDENTITAS diri kita dengan apa yang kita kerjakan sekarang. That's it! Mulailah belajar mencintai pekerjaan kita sekarang, atau mulailah mencari pekerjaan yang benar-benar kita cintai! Dan ingat, tidak ada proses otomatis! Pikirkan dan lakukan sesuatu!
Presuposisi NLP mengatakan, "Saya yang betanggung jawab terhadap terhadap PIKIRAN, PERASAAN, dan PERILAKU saya, oleh sebab itu BERTANGGUNG JAWAB pada HASIL yang saya dapatkan!" dan "SAYA yang menciptakan REALITA saya sendiri!"
Kita tidak bahagia di pekerjaan, kita tidak menemukan IDENTITAS diri yang sesuai dengan pekerjaan, kita mengerjakan sesuatu yang bukan 'gue banget', kita tidak maksimal di pekerjaan karena alasan bukan pekerjaan ideal kita, kita merasa tidak punya PILIHAN, dan lain-lain, itu adalah TANGGUNG JAWAB kita sendiri! Kita bukan korban situasi, kita adalah PENYEBAB situasi! Kalau saat ini kita merasa tidak enak dalam situasi tersebut, get out! Kalau kita merasa tidak punya PILIHAN, cari dan gali, kejar, bidik, bahkan kreasikan PILIHAN lain! Dan kalau kita coret semua kemungkinan dari pikiran kita dan menolak bahwa ada PILIHAN lain di luar sana, dan kita MEMILIH untuk tetap berada dalam situasi tersebut, mulailah belajar untuk ENJOY!
Hidup ini sederhana, tentukan PILIHAN, lalu hidupi dan TANGGUNG JAWAB-lah pada PILIHAN tersebut! Pekerjaan atau profesi kita tidak sesuai dengan IDENTITAS DIRI kita? Ganti pekerjaan atau mulailah belajar menyesuaikan IDENTITAS DIRI kita!
Sehingga kita semua bisa dengan bangga mengatakan: Saya seorang penjual! Saya seorang administrator! Saya seorang supir! Saya seorang akuntan! Saya seorang psikolog! Saya seorang marketer! Saya seorang guru! Saya seorang trainer! Dan lain-lain! Dan mari meraih yang maksimal di pekerjaan dan profesi kita masing-masing, dengan menyatu dengan pekerjaan kita!

Have a positive day!

Hingdranata Nikolay
Licensed Trainer of NLP
Design Human Engineer

Director
INSPIRASI INDONESIA / NLP INDONESIA
Kondominium Rajawali, Town House No.20
Jl. Rajawali Selatan I/1B
Jakarta Pusat 10720
READ MORE - Pekerjaan Saya 'Gue Banget!'

Transformational Leadership

Posted by Rino Safrizal 0 comments
By: Brian Tracy

Advancing Your Career
As your career advances, you move along the scale from employee, to supervisor to manager and finally, to leader. Managers, and some leaders, engage in what is called transactional leadership, the deployment and management of people and resources to get results.

Arouse Emotion In Others
However, at the highest end of the leadership scale, we come to what is called "transformational leadership." Transformational leadership is defined as leadership that arouses emotion, that taps into the emotional and spiritual resources of an organization. Transformational leadership empowers people to greatly exceed their previous levels of accomplishment.

Make People Feel Terrific
Empowerment is the key. Transformational leaders are those who can elicit extraordinary performance from ordinary men and women. The superior leader is like a catalyst in a chemical process that causes the other ingredients to work together in a superior fashion.

A Key Function of Leadership
Empowerment as a key function of leadership becomes even more important as the work force becomes dominated by members of the Generation X. These highly individualistic men and women are increasingly seeking higher meaning and purpose in their careers. They are not impressed by authority or hierarchy. If they don't get the satisfaction they are seeking from their work, they will go somewhere else. And the better they are at what they do, the more readily they will leave one job for another.

Provide the Emotional Glue
Transactional leadership is essential to getting the job done but transformational leadership is what provides the emotional glue that causes organizations and the people in them to excel.

Action Exercises
Here are two things you can do immediately to become a transformational leader and empower your people.

First, get excited about your work. The more excited and committed you are to your work, the more excited and committed will be the people around you. The leader always sets the tone for the department or organization.

Second, continually encourage and praise the people who work for you. The better you make people feel about themselves and their work, the more empowered they will feel and the more committed they will be to your company

Sumber: Forum Inspirasi Indonesia
READ MORE - Transformational Leadership

Setiap Orang Berhak Bertindak Bodoh!

Thursday, June 11, 2009 Posted by Rino Safrizal 0 comments
Neuro-Linguistic Programming
Oleh: Hingdranata Nikolay

Ya! Anda tidak salah membaca judulnya. Setiap orang memang mempunyai hak untuk bertindak bodoh suatu saat atau sekali-sekali. Setiap kita akan berada pada situasi dimana kita tidak mengakses atau menggunakan sumber daya kita secara efektif, entah karena marah, frustrasi, terlalu bersemangat, terburu-buru, terlalu percaya, jatuh cinta, dan lain-lain. Ini menjadi hak semua orang karena kita tetap manusia. Yang membedakan adalah beberapa orang mengklaim hak ini sekali-sekali, beberapa 'abuse the right' atau memanfaatkan ini sebagai alasan untuk tidak membuat kemajuan atau menjadikannya sebagai kebiasaan. Dan yang membedakan pula adalah saat seseorang bertindak bodoh tersebut, bagaimana respon orang lain.
Di NLP dikenal presuposisi 'Tidak ada orang tanpa sumber daya, yang ada hanyalah situasi dimana sumber daya tersebut tidak terakses dan tidak digunakan!' dan "Pisahkan niat dari perilaku".
Tidak ada orang bodoh, yang ada hanyalah situasi dimana orang tersebut bertindak bodoh. Saat Anda mengaplikasikan presuposisi ini ke berbagai situasi Anda, maka Anda akan mengejutkan diri sendiri dengan penyesuaian berpikir dan bersikap yang bisa terjadi pada Anda dan orang di sekitar Anda! Artinya bawahan kita bukan orang tidak kompeten, tetapi ada situasi dimana mereka tidak kompeten. Pasangan kita bukan tidak menyayangi kita, hanya ada situasi dimana apa yang mereka lakukan tidak menunjukkan sayang. Anak kita bukan anak yang bandel, tapi ada situasi dimana mereka menunjukkan perilaku yang tidak sesuai harapan kita.
Walau setiap tindakan kita diawali dari niat tertentu, keterbatasan PETA REALITA kita dan efektifitas MODEL DUNIA kita di sebuah konteks akan sangat menentukan efektifitas tindakan kita dan apakah tindakan kita tersebut EKOLOGIS atau sesuai dengan konteks atau tidak. Tidak setiap niat kita dapat terfasilitasi dengan baik. Karena itu cukup sering kita menggunakan cara-cara yang salah. Saat kita distimulasi tinggi secara emosional terhadap suatu hal tertentu, misalnya, FOKUS kita menjadi sangat terbatas ke hal yang memancing emosional tersebut. Dan saat seseorang tidak mempunyai kecerdasan emosional yang tinggi, FOKUS ini membuatnya mempunyai PILIHAN yang sangat terbatas. Ini membuatnya terjebak pada situasi 'tidak punya PILIHAN lain', selain yang ada di jangkauan penglihatan atau pemikirannya' . Di sini, sepintar apapun orangnya, ia bisa bertindak yang dipersepsikan bodoh. Sesayang apapun seseorang kepada pasangannya, anaknya, ia bisa bertindak yang dianggap 'menyerang' orang yang disayangi. Sepandai apapun seorang Manager dalam membuat keputusan, ia akhirnya bisa membuat keputusan yang dianggap merugikan.
Kita tetap manusia, dengan berbagai daya pikir dan sikap yang manusiawi. Setiap kita tetap berhak untuk bertindak bodoh sekali-sekali. Dan ini tidak membuat kita menjadi manusia bodoh. Saya jadi teringat kata-kata pada perjanjian hukum, seperti "perubahan atau pengecualian pada satu bagian dari perjanjian ini tidak merubah perjanjian ini secara keseluruhan" . Ini sebenarnya persis sekali dengan prinsip yang berlaku dalam observasi terhadap seseorang dan diri kita sendiri. Sebuah perilaku bodoh tidak berarti orang tersebut bodoh. Tindakan yang dianggap merugikan yang dilakukan seseorang tidak berarti secara keseluruhan orang tersebut adalah orang yang akan selalu merugikan. Kalau kita mengatakan bahwa seseorang dinilai dari apa pun yang ia lakukan dan tindakannya dapat selalu dijadikan standard penilaian, maka tidak ada seorang pun yang pantas disebut pandai, pintar, penyayang, benar, dan sejenisnya. Kita semua pernah, kadang-kadang, dan akan tetap bertindak bodoh sekali-sekali.
Sekali lagi, setiap orang berhak untuk bertindak bodoh sekali-sekali. Hanya saja, kalau tindakan bodoh tersebut dilakukan berkali-kali, itu soal lain lagi. Ada yang namanya hak, ada yang namanya penyalahgunaan hak. Karena itu saya garis bawahi kata sekali-sekali.
Lucunya, pengulangan tindakan bodoh ini kadang justru di-reinforce atau didorong oleh respon dari orang lain, yang menilai bukan dari sisi perilaku, tapi sisi niat atau identitas orangnya. Saat kita berkata pada seorang anak "Kamu anak yang cengeng", itu sebuah generalisasi, distorsi, dan FOKUS dalam sebuah kombinasi 'reinforcement' atau dorongan yang luar biasa! Dan pikirkan bedanya saat kita berkata "Yang kamu lakukan tadi adalah tindakan bodoh!". Atau saat seseorang berkata pada pasangannya, "Kamu sengaja menyakiti saya!", padahal di situasi tersebut, ia bisa menembak dengan "Yang kamu lakukan tadi menyakitkan! "
Jadi, kalau sekali-sekali Anda atau orang lain memang bertindak bodoh, teledor, ceroboh, tidak teliti, ngawur, atau apapun istilahnya, yang terpenting adalah sadar bahwa kita semua adalah manusia! Saat itu terjadi pada diri kita, secepatnya sadari niat kita sebenarnya, lalu pikirkan perilaku lain yang dapat memfasilitasi niat itu dengan lebih efektif. Saat itu orang lain bertindak bodoh? Tidak perlu menilai niat-nya. Niat tidak terlihat dan sebetulnya adalah urusan orang tersebut dengan YME. Saat itu, waktu itu, di konteks itu, ia hanya bertindak bodoh. Persis seperti kita sendiri, yang sekali-sekali juga akan bertindak bodoh.

Have a positive day!

Hingdranata Nikolay
Licensed Trainer of NLP
Design Human Engineer

Mau berpartisipasi dengan forum Inspirasi Indonesia? Klik di sini
READ MORE - Setiap Orang Berhak Bertindak Bodoh!

Inilah Kesempatan Saya

Posted by Rino Safrizal 0 comments
Kita Sebagai manusia selalu menunggu datangnya sebuah kesempatan dalam hidup kita, tetapi ketika sebuah kesempatan datang, terkadang kita bimbang dalam menentukan sikap apakah akan mengambil kesempatan itu atau melepasnya, karena ketika kesempatan datang pasti ada satu alasan yang membuat kita ragu untuk meraihnya, maka saran saya raihlah kesempatan yang ada itu. satu hal yang anda harus ingat adalah Jangan berdoa agar Anda diberi sebuah kesempatan, namun berdoalah agar Anda siap ketika kesempatan itu datang

kesempatan merupakan sebuah jembatan kesuksesan. Dengan kata lain, seseorang akan mendapatkan kesuksesan jika ia pandai melihat kesempatan dan memanfaatkannya dengan usaha nyata disertai kesungguhan. Terkadang Tidak sedikit orang yang melihat sebuah kesempatan yang cocok untuknya, bahkan kesempatan itu datang di depan matanya, namun ia tidak bergerak sedikit pun, kalau pun bergerak hanya sedikit tanpa kesungguhan. Seolah-olah kakinya terbelenggu oleh perasaan malu, gengsi, perasaan tidak mampu sebelum mencoba, takut gagal dan perasaan lainnya yang membuatnya tidak mencoba berusaha. Ia hanya duduk diam saja sambil terus berharap kesuksesan besar akan turun dari langit khusus untuknya

loh kok bisa hanya diam dan termangu atau terlibat sebuah konflik batin ketika sebuah kesempatan datang, dan akhirnya kesempatan akan berlalu beriring perginya sang waktu Kadang kita terlalu merasa nyaman dengan kondisi saat ini. Sehingga ketika kesempatan datang, tanpa kita sadari, kita sendirilah yang menghindari kesempatan itu. Parahnya, dengan menghindari kesempatan itu sama saja menghindari kesuksesan yang diimpikan.

Percayakah anda bahwa sebuah kesempatan itu datang lebih dari sekali kesempatan itu datangnya berkali-kali. Tentu, ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi.Syaratnya sederhana, namun kadang orang jarang menyadarinya. Syarat utama itu adalah bertindak . contoh seorang yang mencari pekerjaan apakah mereka akan mendapat pekerjaan ketika tidak pernah mengirim surat lamaran ke perusahaan, ketika seorang memcari pasangan hidup, apakah pasangan hidup akan datang ketika kita tidak menyatakan kepada calon kita untuk bersedia mendampingi hidup kita, ketika kita mencari uang apakah uang akan datang dengan sendirinya, pasti memerlukan usaha walaupun usaha dengan meminta-minta, kesempatan itu ada kalau kita bergerak dan berusaha.

kesempatan itu datang buah dari keinginan yang dipancarkan dalam pikiran kita dan direalisasikan dalam tindakan nyata. kita diberi waktu dan kesempatan yang sama. Perbedaan terletak dari bagaimana kita memaknai, menggunakan, dan memanfaatkannya. ingatlah kesempatan bukanlah kesempatan kalau kita tidak siap untuk meraih kesempatan itu seringkali kita lebih memilih untuk mengeluh dibanding untuk berusaha meraih sebuah kesempatan yang ada. Kesempatan itu selalu dekat, hanya saja sering berada di luar jangkauan. Kesempatan ada di luar zona aman kita. Jadi, saat Anda merasa tidak nyaman dan merasakan ketakutan, itulah momen bagi Anda untuk menemukan kesempatan.

Begitu banyak dari kita yang terperangkap oleh anggapan keliru, bahwa jika kita sedang beruntung maka kesempatan sudah pasti akan muncul dengan sendirinya. Sementara ketika kesempatan tidak juga datang, akhirnya kita hanya menunggu, menunggu, dan terus menunggu. Jelas mind set atau pola pikir seperti ini sudah ketinggalan zaman dan bahkan menyesatkan. Terbukti, mereka yang memiliki pola pikir seperti ini biasanya malah tidak pernah dihampiri oleh kesempatan. Kalau pun kesempatan mendatangi, mereka tidak mengenali dan akhirnya malah melewatkannya.

sebagai manusia mempunyai hak untuk memilih kesempatan apa saja yang kita inginkan. Caranya, dengan memutuskan, menciptakan, dan memperjuangkan kesempatan. Memutuskan berarti menciptakan komitmen untuk mendapatkan kesempatan melalui keaktifan kita. Menciptakan berarti mengambil langkah-langkah pasti supaya peluang-peluang tercipta atau mendatangi kita karena sikap proaktif. Sementara memperjuangkan berarti membuat usaha-usaha yang benar supaya kesempatan dapat dimanfaatkan dan memberikan hasil seperti yang kita inginkan. Kadangkala, kesempatan itu pada awalnya tampak sepele sekali. Tapi jangan meremehkan sekecil apa pun kesempatan.. ..Jadi bersiaplah untuk kesempatan yang ada yang kecil dan berada di luar Zona nyaman anda dan ingat kesempatan itu akan datang berkali-kali kalau anda mau bergerak dan menciptakannya. ..

Depok 18 Mei 2009
Erwin Arianto Erwin Arianto

Mau berpartisipasi dengan forum Inspirasi Indonesia? Klik Mau berpartisipasi dengan forum Inspirasi Indonesia? Klik di sini

READ MORE - Inilah Kesempatan Saya

Tips Bebas Depresi

Posted by Rino Safrizal 3 comments
Pernah merasa depresi menghadapi pekerjaan kantor tidak ada habisnya? Atau, putus asa di tengah deraan masalah yang mengganggu bisnis anda?

Sebenarnya, sangatlah mudah untuk menghindari depresi dan lebih menikmati hidup. Langkah pertama dan yang paling penting adalah berada pada saat ini (In The Moment). Mulai fokus pada hal kecil yang biasa anda lakukan dan nikmati prosesnya. Seperti saat anda membuat kopi di pagi hari kemudian NIKMATI saat anda meminum kopi. Cobalah untuk tidak berpikir tentang hal yang lain.

Kosongkan pikiran dari segala kekhawatiran. Mungkin hal ini berat dilakukan terutama bila anda mempunyai tanggungan atau keluarga. Tapi ini sangat penting paling tidak untuk sementara, dan yakinlah bahwa 80% dari kekhawatiran tidak akan pernah terjadi, dan masalah apapun PASTI akan ada solusinya.

Lakukan apa yang anda senang lakukan pada masa kecil sebagai refreshing, seperti main bola, naik sepeda, berlarian pada saat hujan, dll.

Lihatlah ke ke langit dan nikmati hari yang cerah ataupun hari hujan. Bagaimanapun juga tiap hari adalah karunia Tuhan yang penuh dengan berkah. Tarik nafas panjang dan biarkan pikiran anda lepas

Jangan pernah membandingkan diri dengan orang lain. Tidak ada seorangpun didunia ini yang seperti anda. Anda menarik, hebat dan luar biasa dengan cara anda sendiri.

Jangan pernah menghukum diri sendiri karena ketidak mampuan orang lain untuk menghargai dan mencintai anda. Katakan pada diri anda sendiri bahwa orang tersebut tidak layak mendapatkan waktu anda dan mulailah kehidupan anda yang baru SEKARANG.

Tetap Semangat!!

Rosa S Rustam (Ocha)

Mau berpartisipasi dengan forum Inspirasi Indonesia? Klik di sini

READ MORE - Tips Bebas Depresi

2 PILIHAN MENGENAI MEMULAI PERUBAHAN, SEKARANG!

Posted by Rino Safrizal 0 comments
Oleh: Hingdranata Nikolay

"Tidak seorang pun bisa kembali ke masa lalu dan memulai awal yang baru, tapi siapapun bisa memulai hari ini dan memulai akhir yang baru" - Maria Robinson
"Satu tahun dari sekarang, Anda hanya bisa berharap telah memulai hari ini " - Karen Lamb
Sebetul-betulnya, perubahan bukan hal yang mengerikan. Tidak lebih mengerikan dari persepsi betapa mengerikannya perubahan itu sendiri dan betapa sulitnya dan panjangnya perjuangan dalam perubahan tersebut.
Salah satu nasihat terbaik yang pernah saya dengar mengenai perubahan adalah: "Berubah saja!" dari Dr.Richard Bandler, sang jenius di belakang terkreasikannya NLP. Maksudnya sangat sederhana, perubahan tersebut terjadi dalam hitungan detik. Saat dimana kita mulai menganalisa, berpikir keras mengenai perubahan itu sendiri, kita sudah memulai langkah mensabotase perubahan. Lucunya, kita menganalisa dengan tujuan untuk berubah, tapi justru semakin banyak kita menganalisa, semakin banyak pula kita akan menemukan alasan untuk tidak segera berubah. Apa yang Anda fokuskan, berkembang. Anda fokus untuk mencari alasan kenapa Anda tidak perlu berubah sekarang, guess what, Anda akan temukan banyak sekali!
Pikirkan saja berbagai hal yang pernah Anda lalui selama ini, dan Anda akan menemukan begitu banyak hal yang Anda sesali dengan ungkapan "Coba kalau saya mulai lebih cepat!". Ada bagian dari kita yang ingin menunda memulai dengan sebuah NIAT baik, untuk melindungi kita dari akibat yang tidak menyenangkan, untuk mencegah kita dari keputusan yang terburu-buru, dan sejenisnya. Tapi pada dasarnya seluruh bagian pikiran dan tubuh kita tahu kita perlu berubah! Analisa kita dan berbagai data, informasi, fakta, dan sejenisnyalah yang kadang menggelapkan dan mengaburkan suara-suara dan perasaan perubahan ini. Semakin Anda tumpuk dengan berbagai 'realita' yang Anda kreasikan dan kumpulkan dari dunia eksternal, semakin dorongan perubahan dari internal tidak tampak. Kadang, tidak hanya anda menunda perubahan tersebut, Anda pun bisa tidak jadi berubah! Bahkan nantinya, setelah ada penyesalan, Anda masih tetap berusaha mencari-cara data dan fakta mendukung tidak perlunya Anda berubah.
You see, beberapa dari kita memerlukan sebuah kejadian dramatis atau situasi luar biasa tidak menyenangkan, baru terpaksa berubah, dan sadar seharusnya telah memulai perubahan lebih cepat. Misalnya kehilangan seseorang yang kita cintai, kehilangan pekerjaan, kehilangan harta, dan lain-lain. Jadi kita terpaksa berubah ke arah perubahan, yang sebenarnya kita sudah tahu dan sudah inginkan dari awal! Anda pun akhirnya melakukan sesuatu yang sudah Anda tahu dari awal harus Anda lakukan, tapi baru Anda lakukan setelah semuanya terlambat!
Salah satu alasan kita tertahan dan terus terjebak dalam arus 'hanya meneruskan' saja hidup kita yang sekarang, adalah sebuah persepsi bahwa entah sudah terlambat atau sudah tidak akan signifikan lagi perubahan yang akan kita hasilkan. Perhatikan ini, benar bahwa kita sudah terlambat untuk memulai dari awal lagi apa yang telah kita lakukan sekarang. Awalnya sudah lewat (kecuali awal baru sama sekali untuk sesuatu yang berbeda sama sekali)! Tapi kita selalu bisa memulai menentukan akhir yang baru lagi! Kita tidak perlu berakhir di arah yang kita tidak inginkan! Kita tidak bisa lagi mempengaruhi awal, tapi selalu bisa mempengaruhi akhir!
Bayangkan saja, di akhir perjalanan kita, saat kita memperoleh hasil yang kita inginkan, kita begitu bersyukur telah memulai perubahan tersebut dengan cepat. Sehingga, ungkapan kita bukan, "Seandainya saya mulai saat itu", melainkan "Senangnya saya telah mulai saat itu!".
PILIHAN yang sangat sederhana mengenai perubahan adalah: "Berubah saja!"
SEKARANG!

Have a positive day!

Hingdranata Nikolay
Licensed Trainer of NLP
Design Human Engineer

Mau berpartisipasi dengan forum Inspirasi Indonesia? Klik di sini

READ MORE - 2 PILIHAN MENGENAI MEMULAI PERUBAHAN, SEKARANG!

Memberi Tanpa Pertimbangan

Posted by Rino Safrizal 0 comments
Oleh : Herry Tjahjono

Krisis terus melenggang, kesusahan dan penderitaan mendera, situasi politik berwajah bopeng. Kehidupan di seputar kita kian tak nyaman dan tak pasti. Dalam kondisi seperti ini, biasanya ada beberapa respon manusiawi yang akan menentukan eksistensi orang itu di masa depan. Ada yang terperangkap aneka kondisi itu. Ini adalah mereka yang cenderung terfokus pada kondisi kegelapan saat listrik (kehidupan) padam.

Namun, ada yang terfokus pada setitik sinar. Tipe kedua inilah yang biasanya menangkap apa yang pernah diungkap Rhenald Kasali (“Sepuluh Kearifan Krisis”, Kompas, 4/4).

Dua Tipe Manusia

Maka, ada dua tipe manusia. Pertama, mereka yang respon kehidupannya ditentukan oleh kondisi sekitarnya (conditional people). Jika kondisi serba krisis, penuh tekanan, mereka kehilangan spirit, dan cenderung meringkuk, atau paling tidak sekedar mengamankan diri. Mereka biasanya medioker atau sering menjadi pecundang (the loser) dalam kehidupan.

Bagi mereka, sukses dan kebahagiaan adalah penantian, tergantung dari kondisi yang berpihak. Bagi mereka, sukses dan kebahagiaan adalah cap-cap yang dilekatkan kondisi sekitar. Jika lingkungan menentukan, sukses identik uang dan kekayaan, maka mereka tak pernah sukses seberapa pun uang dan kekayaan di kantongnya. Jika sukses diidentikkan dengan jabatan direktur, mereka belum merasa sukses dan bahagia sebagai senior manager atau general manager meski jutaan orang mencari pekerjaan atau bawahannya sekedar hidup dengan upah minimum.

Kedua, mereka yang memandang hidup adalah pilihan, keputusan, tak peduli kondisi sekitar (unconditional people). Maka, segelap apa pun kondisi sekitar, merekalah yang menentukan, memilih, untuk tetap bersukacita, bersemangat, termotivasi, optimistis menyapa kehidupan. Manusia semacam ini disebut manusia besar (great people), the winner. Orang yang tetap bisa bersukacita dan memilih untuk bersemangat meski krisis mengancam jabatan dan pekerjaan adalah orang yang memenangi hidup.

Seorang office boy yang tetap bersemangat menyapu sebersih mungkin meski terancam PHK adalah seorang great employee. Sebaliknya, seorang CEO yang dituntut berkinerja kian tinggi oleh owner akibat krisis, lalu mulai stres, gampang marah, dan melempar bola panas permasalahan kemana-mana, dia tak lebih dari karyawan medioker.

Kondisi dan situasi politik yang memprihatinkan plus ekses krisis yang kian menekan kehidupan juga menentukan profil rakyat terkait pesta demokrasi. Ada rakyat yang tetap bersemangat dan melakukan hak pilih mesti hatinya mengeluh pada kinerja para pemimpin. Bahkan, ada yang tetap penuh semangat ikut memilih dalam pemilu presiden mendatang meski jadi korban daftar pemilih tetap (DPT) yang amburadul.

Mereka ini adalah para great citizen. Sedangkan para “golput” (di luar korban DPT amburadul) yang tidak memilih karena kecewa dan apatis akibat kondisi “sosekpol” kacau tak lebih dari para warga medioker.

Bangsa ini memerlukan sebanyak mungkin unconditional citizen-employee- leader dan seterusnya. Syarat sebuah bangsa yang besar (great nation) adalah bangsa yang dipenuhi manusia yang memilih tetap berwajah riang, bersemangat, tak peduli krisis global menghantam atau situasi politik membikin lelah jiwa.

Lebih jauh, hanya unconditional people inilah yang berpotensi melahirkan berbagai karya besar, karya agung dalam hidupnya, tak peduli sekecil dan serendah apa pun pekerjaan, jabatan, dan statusnya. Jika mengadaptasi salah satu elemen penting Daffodil Principles, “memberi tanpa pertimbangan”, hanya para unconditional people inilah yang paling mampu menjalankan. Mereka adalah manusia pemilih, penentu, untuk bersemangat dan bahagia memenuhi semua tugas hidup tanpa syarat, seburuk apa pun kondisi di sekitarnya.

Prinsip itu pula – meski listrik kehidupan padam dan penuh kegelapan – yang membuat mereka tetap bersemangat mengukir karya-karya terbesarnya tanpa pertimbangan lain kecuali hanya untuk mengukir. Memberi tanpa pertimbangan bukan perkara sederhana. Betapa sering kita maju mundur untuk sekedar memberikan uang receh kepada pengemis di pinggir jalan. Berjuta pertimbangan menyergap, “Ah paling-paling itu anak sewaan. Masih muda kok sudah mengemis. Ini tidak mendidik.” Karena itu, jika akhirnya kita memberi, hati pun bersungut-sungut.

Namun para unconditional people justru dengan sukacita memberi sebab ia memberi tanpa pertimbangan apa pun. Ia hanya ingin memberi, giving for no reason! Pada titik inilah seseorang lebih melihat nyala korek api saat gelap menyelimuti, menatap jalan hidup sedang naik saat kakinya terasa berat.

Maka, pesan moral dari prinsip “memberi tanpa pertimbangan” adalah “Menarilah seolah tak seorang pun menonton. Menyanyilah seolah tak seorang pun mendengarkan. Bekerjalah seolah tak memerlukan uang gaji, atau jabatan. Cintailah seolah tak pernah disakiti. Berbisnislah seolah tak lagi memerlukan profit. Mencontrenglah seolah bukan simpatisan atau anggota partai manapun. Berpolitiklah seolah tak lagi punya kepentingan. Memimpinlah seolah tak lagi memerlukan sebuah kekuasaan.”

Ketika kita memilih itu semua, akan lahir karya-karya terbesar dan agung dalam setiap penggalan kehidupan, tak peduli serendah atau setinggi apa pun kedudukan kita saat ini, sesedikit atau sebanyak berapa pun uang kita, dan seterusnya.

Itu berarti kita memenangi hidup. [Herry Tjahjono, Motivator Budaya dan President The XO Way, Jakarta – Kompas, 23/5]

----------

Bagaimana dengan serial ‘drama demokrasi’ menuju legislatif 2009 dan episode menuju RI-1/RI-2. Atau bagaimana dengan kehidupan kita yang sering lebih dahulu berasumsi bahwa kita terbatas, sedikit, tidak mampu untuk memberi sesuatu pun kepada orang lain, atau bahkan yang lebih ekstrim lagi, sampai-sampai tidak tahu lagi apa yang harus dilakukan dan diberikan – bagaimana kalau hal itu menjadi sindrom elite, pemimpin, legislatif atau bahkan berbagai lapisan masyarakat luas. Kembali kita diingatkan akan sebuah panggilan kehidupan, kesadaran dan kemanusian kita. Maka para unconditional people pun akan menjadi cahaya, sinar, terang dan harapan - asa bagi kehidupan masyarakat dan bangsa Indonesia ke depan.

Menuju Indonesia sejahtera, maju dan bermartabat!

Mau berpartisipasi dengan forum Inspirasi Indonesia? Klik di sini

READ MORE - Memberi Tanpa Pertimbangan

Keteduhan

Posted by Rino Safrizal 0 comments
Oleh: agussyafii

Keteduhan di dalam hidup kadang hadir kala orang sehat namun ada juga keteduhan hadir disaat orang sakit. Sakit melatih kesabaran seseorang menjadi meningkat. Sakit membuat keteduhan dirasakan oleh orang-orang disekelilingnya. Begitulah kata ibu haji yang saya mengenalnya sejak 5 tahun yang lalu. Katanya, 'sejak bapak sakit, beliau menjadi begitu sangat sabar. bahkan kalo saya ngomel sama anak-anak, sekarang bapak bisa nasehatin saya..sabar bu..sabar.'

Pak haji yang saya kenal beliau salah satu pengurus pesantren di daerah tangerang. beliau menderita Verkalking, yakni sakit disebabkan pengapuran pada persendian kaki sehingga kalau digerakkan kakinya terasa sangat sakit. Menurut dokter ahli tulang tempat dimana beliau berobat mengatakan jalan satu-satunya untuk menyembuhkan sakit adalah dengan operasi.

Beliau tidak malah langsung melaksanakan saran dokter namun malah bersama anak dan istrinya malah bershodaqoh untuk anak-anak yatim dan orang-orang tidak mampu disekeliling rumahnya. Keyakinannya bahwa 'Obatilah orang-orang sakit dengan shodaqoh dan betengilah harta kalian dengan zakat dan tolaklah bala' dengan doa' itulah satu-satunya cara saya untuk berobat, begitu tuturnya.

Anehnya, begitu bangun untuk menunaikan sholat subuh, beliau tidak lagi merasakan sakity pada persendian kakinya. begitu siangnya pak haji segera mendatangi dokter langgananannya untuk memeriksakan kesehatan kakinya. Setelah dipoto, ternyata pengapuran pada sendi kakinya telah hilang. Dokternya bertanya, apakah dia telah menjalani operasi?' Pak Haji menjawab, saya tak pernah opreasi, hanya meminta kepada Alloh agar disembuhkan. Sang dokter itu mengakui bahwa kalau Alloh berkehendak, semua pasti terjadi.

Dari berbagai persitiwa yang telah beliau alami, perubahan sifat yang dulunya pemarah sekarang menjadi lebih sabar. Keteduhan pada diri Pak haji semakin dirasakan oleh keluarganya. Namun juga yang paling penting bahwa Alloh dengan kekuatanNyamampu menghilangkan segala penyakit yang diderita hamba-hambaNya.

beliau juga merasakan pertolongan yang diberikan kepada anak-anak yatim dan kaum dhuafa melalui doa yang dipanjatkan se4angat memberi kemudahan untuk menyembuhkan penyakit yang diderita oleh dirinya. Itulah penuturan Pak haji yang saya kenal dengan keteduhan sifat-sifat beliau.

Mau berpartisipasi dengan forum Inspirasi Indonesia? Klik di sini
READ MORE - Keteduhan

Daily Wisdom Words

Posted by Rino Safrizal 0 comments
Dari satu kesalahan ke kesalahan yang lain, seseorang menemukan seluruh
kebenaran. (Sigmun Freud)

Tak ada tantangan yang lebih menantang selain tantangan untuk memperbaiki
diri sendiri. (Michael F. Stately)

Biarkan kekhawatiran Anda menjelma menjadi sumber kemajuan berpikir,
gagasan baru, dan rencana baru (Sir Winston Churchill)

Kesalahan kita yang paling buruk adalah terlalu sibuk mengurusi kesalahan
orang lain. (Kahlil Gibran)

"Anda tidak pernah dapat menyelesaikan suatu masalah dengan cara berpikir yang sama
yang menciptakan masalah itu sejak awalnya" (Albert Einsten)

"Aku mempertahankan enam asisten yang jujur (mereka mengajarkan aku semua yang
ku ketahui); Nama mereka adalah "Apa", "Mengapa", "Kapan", "Bagaimana", "Dimana",
dan "Siapa" Adakah asisten yang lebih baik dari mereka? (Rudyard Kipling)

Sebelum Anda menjawab apakah saya telah melakukan sesuatu dengan
benar, maka bertanyalah pada diri Anda, sudahkah saya menjalankan
sesuatu yang benar (Stephen Covey)

Have a positive day!

Salam Inspirasi

Mohamad Yunus

Mau berpartisipasi dengan forum Inspirasi Indonesia? Klik di sini
READ MORE - Daily Wisdom Words

Tips for success suggested by H. Jackson Brown Jr

Posted by Rino Safrizal 0 comments
  1. Marry the right person. This one decision will determine 90% of your happiness or misery.
  2. Work at something you enjoy and that’s worthy of your time and talent.
  3. Give people more than they expect and do it cheerfully.
  4. Become the most positive and enthusiastic person you know.
  5. Be forgiving of yourself and others.
  6. Be generous
  7. Have a grateful heart.
  8. Persistence, persistence, persistence.
  9. Discipline yourself to save money on even the most modest salary.
  10. Treat everyone you meet like you want to be treated.
  11. Commit yourself to constant improvement.
  12. Commit yourself to quality.
  13. Understand that happiness is not based on possessions, power, or prestige, but on relationships with people you love and respect.
  14. Be loyal.
  15. Be honest.
  16. Be a self-starter.
  17. Be decisive even if it means you’ll sometimes be wrong.
  18. Stop blaming others. Take responsibility for every area of your life.
  19. Be bold and courageous. When you look back on your life, you’ll regret the things you didn’t do more than the ones you did.
  20. Take good care of those you love.
  21. Don’t do anything that wouldn’t make you Mom proud.
Have a positive day!
Salam Inspirasi
Mohamad Yunus
HRD & General Services Mgr of Pharmaceutical Company
Moderator dan Inspirator - Inspirasi Indonesia
NLP Master Practitioner License of Dr. Richard Bandler
Hypnosis and Hypnotherapy Certified
7 Habits of Highly Effective People Facilitator
Life Coach & Therapist
www.inspirasiindone sia.com
“The MAP is Not The Territory”

Mau berpartisipasi dengan forum Inspirasi Indonesia? Klik di sini
READ MORE - Tips for success suggested by H. Jackson Brown Jr

Sekali Lagi tenang Keyakinan dan Probabilitas

Posted by Rino Safrizal 0 comments
Neuro-Linguistic Programming
Oleh: Hingdranata Nikolay

Salah satu elemen dalam GOAL SETTING ala NLP-nya Dr.Richard Bandler adalah 'initiated and maintained by the individual'. Indonesianya kira-kira 'dimulai dan diselesaikan oleh yang membuat GOAL tersebut'.
Nah, ini yang dikeluhkan secara umum, bahwa semuanya tergantung situasi. Semuanya tergantung nantinya. Bahkan sebelum memulai langkah menuju GOAL-nya pun, seringkali kita sudah men-sah-kan hambatan sudah pasti ada dan adalah 'sah' kalau kita berhenti karena hambatan nantinya.
Ini pula yang membuat beberapa kita tidak bisa YAKIN 100%. Kita menyamakan KEYAKINAN dengan probabilitas pencapaian hasilnya. Sederhananya: kalau probabilitas kita persepsikan sebagai 50%, maka KEYAKINAN kita pun diset di angka 50%.
Lucunya, saat kita toleh kiri-kanan, kita lihat, dengar, dana alami bahwa tidak jarang hasil melawan probabilitas. Tidak jarang hasil tidak sesuai dengan yang diperkirakan seharusnya. Sejarah hidup kita pribadi pun bisa menunjukan betapa kita cukup sering mengejutkan diri sendiri. Kalau kita katakan semua hasil sudah pasti tergantung probabilitas yang diset oleh kita sendiri, maka tidak akan ada kemajuan di dunia ini. Ingat, bahwa probabilitas kita set berdasarkan sejarah, data dari pencapaian dan kegagalan sebelumnya, dan paling jauh adalah berdasarkan perkiraan atau forecasting. Kita tidak menentukan probabilitas berdasarkan apa yang akan terjadi, hanya berdasarkan apa yang telah terjadi. Kalau kita secara terus-menerus melihat probabilitas sebagai ukuran utama, maka tidak satupun kita yang akan maju dan dunia ini tidak akan berkembang dengan cepat.
Perhatikan saat seseorang berkata 'sesuaikanlah sasaran dan keinginan dengan kemampuan!'. Yang kembali mengandalkan probabilitas pencapaian, yang sangat tergantung pada apa yang telah ditunjukkan berdasarkan kemampuan kita saat ini. Ini seperti seorang anak SD yang menggunakan ukuran kemampuan SD-nya untuk menentukan probabilitas keberhasilannya dalam mempelajari bahan kuliah. Kalau ia mengambil ukuran tersebut, maka tidak satupun anak SD merasa bisa kuliah nantinya.
Salah satu pemikiran bermanfaat adalah KEYAKINAN tidak sama dengan probabilitas, karena itu tidak perlu diasosiasikan dengan probabilitas pencapaian hasil. Salah satu PILIHAN berpikir adalah bahwa probabilitas pencapaian hasil tidak relevan terhadap pencapaian hasil itu sendiri. Kita tetap bisa mencapai hasil, walau probabilitas tidak mendukung.
Apakah dengan KEYAKINAN kita sudah pasti berhasil mencapai yang kita inginkan? Tentu saja tidak. Tapi pertimbangkan ini: bergerak maju dengan KEYAKINAN dan bergerak maju dengan tidak yakin, yang mana menurut Anda justru menaikan probabilitas?
Probabilitas bisa bermanfaat dalam beberapa konteks. Secara benar atau salah, kita pasti menganggapnya benar, karena itu adalah hasil observasi dan perhitungan yang kadang malah sangat matang. Dalam menghitung langkah, mempersiapkan sumber daya, mempertimbangkan hambatan, probabilitas bisa sangat membantu. Tapi saat probabilitas justru mengkreasikan blok mental, menurunkan KEYAKINAN, dan mencegah kita untuk mencapai yang kita inginkan, maka probabilitas menjadi tidak bermanfaat. Sayangnya lebih sering justru menjadi pemblok KEYAKINAN. Saat itu terjadi, PILIHAN yang patut dipertimbangkan adalah menjadikan probabilitas sebagai sesuatu yang tidak relevan! Artinya: terlepas dari akan tercapai atau tidak tercapai, KEYAKINAN harus 100%. Entah probabilitas tinggi atau rendah, tidak jadi soal. Tetap maju dengan KEYAKINAN 100%! PILIHAN gila berikut? Tidak usah memikirkan probabilitas sama sekali! Maju dan YAKIN saja. Tercapai? Good! Tidak tercapai? So what? Lakukan lagi, ubah cara, tambah kemampuan, ubah sikap, dll, lalu maju lagi dengan YAKIN! Sampai kapan? Kalau kita menganggap yang kita inginkan tersebut sangat berharga, maka sampai dapat!

Have a positive day!

Mau berpartisipasi dengan forum Inspirasi Indonesia? Klik di sini
READ MORE - Sekali Lagi tenang Keyakinan dan Probabilitas

FOLLOWER