Showing posts with label PSIKOLOGI PERKEMBANGAN. Show all posts
Showing posts with label PSIKOLOGI PERKEMBANGAN. Show all posts

Aspek-aspek Perkembangan Anak

Wednesday, January 9, 2013 Posted by Rino Safrizal 1 comments
Berbagi Referensi - Berbagai aspek perkembangan anak akan dijelaskan secara ringkas di sini, meliputi perkembangan fisik, intelijensi, emosi, bahasa, social, kepribadian, moral dan kesadaran beragama.

a. Perkembangan Fisik
Menurut Kuhlen dan Thompson bahwa perkembangan fisik individu meliputi 4 aspek yaitu :
  1. Sistem syaraf
  2. Otot-otot
  3. Kelenjar endokrin
  4. Struktur fisik tubuh.
Aspek-aspek fisiologis lainnya yang sangat penting bagi kehidupan adalah otak sebagai pusat sentral perkembangan dan fungsi manusia.

b. Perkembangan Intelijensi
Menurut C.P. Caplin intelijensi yaitu sebagai kemampuan menghadapi dan menyesuaikan diri terhadap situasi baru secara cepat dan efektif.
  1. Teori-teorii ntelijensi yaitu
  2. Teori “two factors”
  3. Teori “primary mental abilities”
  4. Teori “multiple intelligence”
  5. Teori “triachic of intelligence”
c. Perkembangan Emosi
Menurut English And English Emosi Adalah “A Complex Feeling State Accompanied By characteristic motor and glandular activies” (suatu perasaan yang komplek yang disertai karakteristik kegiatan kelenjar dan motoris). Emosi dapat dikelompokkan dalam dua bagian yaitu emosi sensoris dan emosi kejiwaan (psikis) emosi ini termasuk perasaan intelektual, perasaan social, perasaan susila perasaan keindahan, dan perasaan ketuhanan.

d. Perkembangan Bahasa
Merupakan kemampuan untuk berkomunikasi dengan orang lain mencakup cara berkomunikasi dimana pikiran dan perasaan dinyatakan dalam bentuk lambang/symbol untuk mengungkapkan sesuatu. Tugas-tugas perkembangan bahasa yaitu :
  1. Pemahaman
  2. Pengembangan perbendaharaan kata
  3. Penyusunan kata-kata menjadi kalimat
  4. Ucapan
Sedangkan tipe perkembangan bahasa ada dua yaitu :
  1. Egocentric speech
  2. Socialized speech
e. Perkembangan Social
Merupakan pencapaian kematangan dalam hubunagn social dan sebagai proses belajar untuk menyesuaiakn diri terhadap norma-norma kelompok moral dan tradisi yang menjadi satu kesatuan dan saling berkomunikasi dan bekerja sama. Pada usia anak bentuk dan tingkah laku social adalah pembangkangan, agresi, berselisih/bertengkar, menggoda, persaingan, kerjasama, tingkah laku berkuasa, mementingkan diri sendiri, dan simpati
-->
f. Perkembangan Kepribadian
Secara etimologis kepribadian dari bahasa inggris “personality” yang biasanya dipakai oleh pemain sandiawara zaman kuno untuk memerankan suatu bentuk tingkah laku pribadi tertentu. Sedangkan secara terminologis menurut May kepribadian sebagai “a social stimus value” cara orang lain merekasi kepribadian individu dengan kata lain orang lainlah yang menentukan kepribadian individu itu. Sedangkan menurut Abin Samsudin Makmum kepribadian adalah sebagai kualitas prilaku individu yang tampak dalam melakukan penyesuaian dirinya terhadap lingkunagn secara unik. Kepribadian dipengaruhi oleh berbagai factor baik hereditas maupun lingkunagn seperti fisik, social, kebudayaan dan spiritual. Ada beebrapa karakteristik kepribadian tidak sehat yaitu mudah marah, hiperaktif, mempunyai kebiasaan berbohong, kurang bergairah dalam menghadapi kehidupan, sulit tidur dan bersikap pesimis dalam menghadapai kehidupan.

g. Perkembangan Moral
Istilah moral dalam bahasa latin ”mos” (moris) yang bearti istiadat, kebiasaan, peraturan nilai-nilai / tata cara kehidupan. Nilai-nilai moral seperti seruan untuk berbuat baik kepada orang lain, memelihara ketertiban dan keamanan dan memelihara hak orang lain. Adapun beberapa cara dalam proses perkembangan moral yaitu :
  1. Pendidikan langsung
  2. Identifikasi
  3. Proses coba-coba
h. Perkembangan Kesadaran Beragama
Dipengaruhi oleh factor-faktor pembawaan. Lingkungan yang menjadi masalah dalam kesadaran beragama adalah problema keimanan yaitu masalah proses perkembangan keimanan dan konflik keyakinan dengan situasi kehidupan social budaya yang dihadapai (seperti ekonomi, politik dan hubunagn social).
READ MORE - Aspek-aspek Perkembangan Anak

Karakteristik Setiap Fase Perkembangan Anak

Wednesday, January 2, 2013 Posted by Rino Safrizal 0 comments
a. Perkembangan pada fase oroh
Yang memiliki karakteristik perkembangan yaitu perkembangan fisik, kegiatan-kegiatan oroh, vokalisasi, perkembangan kepribadian
b. Fase bayi
Meliputi perkembangan fisik, perkembangan intelegensi, perkembangan emosi, perkembangan bahasa, perkembangan sosial, perkembangan kepribadian, perkembangan moral, perkembangan kesadaran beragama
c. Usia TK/ usia prasekolah
Merupakan fase perkembangan individu sekitar 2 – 6 tahun dimana anak sudah memiliki kesadaran tentang dirinya sebagai pria/wanita, dapat mengatur buang air kecil sendiri dan mengenal beberapa hal yang dianggap berbahaya. Pada usia TK/prasekolah meliputi perkembangan fisik, perkembangan intelelektual, perkembangan emosional, perkembangan bahasa, perkembangan social, perkembangan bermain, perkembangan kepribadian, perkembangan moral, perkembangan kesadaran beragama
d. Fase anak sekolah
Meliputi perkembangan intelelektual, perkembangan bahasa, perkembangan sosial, perkembangan emosi, perkembangan moral, perkembangan penghayatan keagamaan, perkembangan motorik.
READ MORE - Karakteristik Setiap Fase Perkembangan Anak

INTELIGENSI MANUSIA

Wednesday, February 22, 2012 Posted by Rino Safrizal 4 comments
Apakah tingkat-tingkat inteligensi anak-anak berhubungan dengan tingkat-tingkat inteligensi orang tua mereka?

Berbicara tentang ada dan tidaknya hubungan antara tingkat-tingkat inteligensi orang tua mereka hal ini tidak lepas dengan pembicaraan tentang heriditas dalam hubungannya dengan iteligensi.

Anastasi juga pernah menyatakan bahwa hereditas dalam perkembangan inteligensi dengan ilustrasi menurut Fitzegerald dan Mckinney mengemukakan pengaruh tingkat pendidikan orang tua dengan perkembangan inteligensi anak sebagai tingkat inteligensi anak, di samping itu ditentukan oleh hereditas dari orang tua, juga oleh dari stimulasi dari orang tua. Dengan kata lain, orang tua mewariskan inteligensi tidak hanya melalui hereditas tetapi juga dapat melalui “matemal justification”. Dan kutipan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa inteligensi anak dapat diperoleh sebagai warisan dari orang tuanya.

Seberapa jauh pendidikan dapat meningkatkan inteligensi?

Menurut para psikologi inteligensi pada anak yang masih muda mengalami peningkatan secara materil. Terhadap penelitian ini bahwa penelitian ini mengandung kelemahan teknis, karena pemberian tes inteligensi “Before and After” bagi anak-anak tingkat pendidikan. Sehubungan dengan penelitian para psikologi mengemukakan bahwa IQ anak-anak yang masih terlalu muda mengalami perubahan turun naik. Ada penelitian lain yang mengemukakan bahwa IQ seseorang berhubungan dengan tingkat pendidikannya. Semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang, semakin tinggi skor IQ nya. Sedemikian jauh belum terdapat bukti yang menguatkan bahwa latihan / faktor lingkungan dapat menambah / mengurangi skor IQ. Bahwa dalam lingkungan yang sama dengan latihan yang sama dan seringkali dengan latar belakang keluarga yang sama, anak-anak dapat memiliki perbedaan dalam hal IQ.
READ MORE - INTELIGENSI MANUSIA

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN ANAK

Saturday, August 6, 2011 Posted by Rino Safrizal 0 comments
Setiap individu dilahirkan di dunia dengan membawa hereditas tertentu yang diperoleh melalui warisan dari pihak orang tuanyanya yang menyangkut karakteristik fisik dan psikis atau sifat-sifat mental. Lingkungan (environment) merupakan factor penting di samping hereditas yang menentukan perkembangan individu yang meliputi fisik, psikis, social dan relegius.

a. Faktor Hereditas
Merupakan factor utama yang mempengaruhi perkembangan individu yang diwariskan orang tua kepada anak atau segala potensi berupa fisik maupun psikis yang dimiliki individu sejak masa konsepsi sebagai warisan dari pihak orang tua melalui gen-gen. Pembuahan kembar yang berasal dari satu sel telur disebut “identical twins” (kembar identik) yang memiliki sifat-sifat yang sama, jenis kelamin yang sama. Sedangkan kembar yang berasal bukan dari satu sel telur tetapi dari dua sel telur yang sama kuat yang keduanya dibuahi sperma yang disebut kembar saudara (fraternal twins) yang berbeda jenis kelamin tetapi juga sama. Mengenai proses pembuahan ada dua yaitu proses pembuahan biasa (normal) dan proses pembuahan kembar.

b. Faktor Lingkungan
Lingkungan perkembangan menurut Urie Bronfren Brenner dan Crouter merupakan berbagai peristiwa, situasi atau kondisi di luar orgenisme yang diduga mempengaruhi / atau dipengaruhi oleh perkembangan individu yang terdiri atas fisik dan social. Lingkungan perkembangan siswa adalah keseluruhan fenomena fisik/social yang mempengaruhi perkembangan siswa.

1. Lingkungan keluarga
Menurut F.G Brown dari segi biologis keluarga diartikan dalam arti luas meliputi semua pihak yang berhubungan darah / keturunan yang dibandingkan dengan marga, sedangkan dalam arti sempit meliputi orang tua dan anak. Sedangkan sudut pandang sosialis dapat dikelompokkan yaitu : fungsi biologis, fungis ekonomis, fungsi pendidikan, fungsi sosialisasi, fungsi protektif, fungsi rekreatif, fungsi agama.

2. Lingkungan sekolah
Sekolah merupakan lembaga pendidikan formal secara sistematis melaksanakan program bimbingan, pengajaran dan latihan dalam rangka membantu siswa agar mampu mengembangkan potensinya, baik yang menyangkut aspek moral spiritual, intelektual, emosional maupun social. Menurut Hur Lock sekolah merupakan factor penentu bagi perkembangan kepribadian anak baik dalam cara berfikir maupun cara berperilaku. Sekolah sebagai substansi keluarga dan guru sebagai orang tua.

3. Lingkungan kelompok teman sebaya
Mempunyai peranan yang sangat penting bagi perkembangan kepribadian anak. Peranan kelompok teman sebaya bagi remaja adalah memberikan kesempatan untuk belajar tentang :
  • Bagaimana interaksi dengan orang lain
  • Mengontrol tingkah laku orang social
  • Mengembangkan keterampilan dan minat sesuai usianya
  • Saling bertukar perasaan dan masalah
Peter dan Anna Freud mengemukakan bahwa teman sebaya telah memberikan kesempatan penting untuk memperbaiki bencana kerusakan psikologis semasa anak dan dapat mengembangkan hubugan baru yang lebih baik antara satu dengan yang lainnya.
READ MORE - FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN ANAK

KONSEP DASAR PERKEMBANGAN ANAK.

Tuesday, July 26, 2011 Posted by Rino Safrizal 0 comments

Perkembangan dapat diartikan sebagai “perubahan yang progesif dan kontinyu dalam diri individu dari mulai lahir sampai mati ”. Pengertian lain dari perkembangan adalah “perubahan yang dialami individu atau organisme yang menuju tingkat kedewasannya ataau kematangannya yang berlangsung secara sistematis, progesif, dan berkesinambungan baik yang menyangkut fisik maupun psikis.

Teori-Teori Perkembangan Anak.
1. Pendekatan Perkembangan Kognitif
Bahwa kemampuaan kognitif merupakan suatu yang fundemental yang membimbing tingkah laku anak. Ada tiga model perkembangan kognitif ini, yaitu: Pertama Model dari Pieget yang berpendapat bahwa perkembangan manusia dapat digambarkan dalam konsep fungsi dan sturuktur. Kedua Model Perosesan Informasi merumuskan bahwa kognitif manusia sebagai suatau sistem yang terdiri atas tiga bagian (1) Input (2) Proses (3) Output. Ketiga Model Kognisi Sosial dapat diartikan sebagai pengetahuan tentang lingkungan sosial dan hubungan interpersonal.

2. Pendekatan Belajar Atau Lingkungan.
Bahwa tingkah laku anak diperoleh melalui pengkondisian dan prinsip-prinsip belajar. Ada empat tipe dalam pengkondisian dalam kegiatan belajar (a) Habituasi yaitu bentuk belajar sederhana yang melibatkan tingkah laku responden dan terjadi ketika respon refleks menghilang karena memperolehnya stimulus yang sama secara berulaang. (b) Respondent Konditioning merupakan salah ssatu bentuk belajar yang netral melibatkan refleks dimana stimulus memperoleh kekuatan untuk mendapatkan kekuatan untuk mendapatkan respon reflektif sebagai hasil sosialisasi dengan stimulus tak bersyarat. (c) Operant Conditioning bentuk belajar tingkah laku operan berubah karena dipengaruhi dampak tingkah laku tersebut.

3. Pendekatan Etilogi
Merupakan studi perkembangan dari perspektif evolisioner yang didasarkan oada prinsip-prinsip evolusi yang diajukan pertama kalinya oleh Charles Darwin. Konsep ini merujuk pada asal-usul biologis tingkah laku sossial. Lornz dan Tinberger mengidentifikasikan empat karakteristik tingkah laku bawaan yaitu: (a) Universal (b) Steoritip (c) bukan hasil belajar (d) sangat minim sekali dipengaruhi lingkungan.

4. Pendekatan Imam Al-Ghazali.
Berpendapat bahwa anak dilahirkan dengan membawa fitrah yang seimbang dan sehat, kedua orang tuanyalah yang memberikan agama kepada mereka. Demikian pulalah anak dapat terpengaruh oleh sifat-sifat buruk yang dipelajri dari lingkungan yang dihidupinya, corak hidup yang memberikan peranan kepadanya dari kebiasaan yang dilakukannya.

Ciri-ciri Perkembangan Anak.
Ciri-ciri perkembangan secara umum dari tanda-tanda fisik yaitu: perubahan tinggi dan berat badan serta orgaan-organ tubuh lainnya, tubuh anak berubah sesuai dengan fase perkembangannya, lenyapnya kelenjar thynus (kelenjar anak-anaak yaang terletak pada bagian dada,kelenjar pinael pada bagian bawah rambut halus dan gigi susu, dan pergantian karakteristik seks pada usia remaja baik primer maupun sekunder. Sedangkan pekembaangan pssikisnya yaitu dengan adanya taanda-tanda semakin bertambahnya perbendaharaan kata-kata dan kematangan kemampuan berpikir, mengingat serta imajinasi kreatifnya dari yang fantasi kerealitas, lenyapnya masa mengoceh berkembanganya rasa ingin tahu terutama yang berhubungan dengan seks, ilmu pengetahuan, nilai-nilai moral, dan keyakinan beragama.

Prinsip-Prinsip Perkembanagan Anak.
  1. Perkembangan merupakan proses yang tidak pernah berhenti (Never Ending Process).Perkembangan berlangsung secara terus-menerus sejak masa konsepsi sampai mencapai kematangan atau masa tua.

  2. Semua aspek perkembangan saling mempengaruhi. Setiap asfek perkembangan individu, baik fisik, emosi, intelegensi, maupun sosial ssaling mempengaruhi.

  3. Pekembangan itu mengikuti pola atau arah tertentu. Yang merupakan hasil perkembangan dari tahp sebelumnya yang merupakan syarat bagi perkembangan selanjutnya.

  4. Perkembangan yang terjadi paada tempo yang berlainan. Perkembnagn fisik dan mental mencapai kematangan dalam waktu dan tempo yang berbeda.

  5. Setiap fase perkembangan mempunyai ciri khas.

  6. Setiap individu yang normal akan mengalami tahapan/fase perkembangan. Yang berarti bahwa dalam menjalani hidupnya yang normal dan berusia panjang individu akan mengalami fase-fase perkembangan dari bayi, kanak-kanak, remaja, dewasa, dan masa tua.
READ MORE - KONSEP DASAR PERKEMBANGAN ANAK.

TUGAS-TUGAS PERKEMBANGAN

Monday, March 14, 2011 Posted by Rino Safrizal 0 comments
Robert havaghust (Adam dan Gullot 1983) berpendapat bahwa dalam kehidupan individu untuk menuntaskan tugas – tugas perkembangan yang khusus yang berkaitan erat dengan perubahan kematangan, persekolahan, pekerjaan, pengalaman beragama dan hal lainnya untuk pemenuhan dan kebahagiaan hidupnya. Tugas-tugas perkembangan berkaitan erat dengan sikap, prilaku dan keterampilan yang dimiliki oleh individu sesuai dengan usia / fase perkembangan.

a. Tugas-Tugas Perkembangan pada Setiap Fase Perkembangan
1. Tugas-tugas perkembangan pada usia bayi dan kanak-kanak (0,0 – 6,0 tahun) yaitu belajar berjalan, belajar memakan makanan padat, belajar berbicara, belajar buang air kecil dan air besar, belajar mengenal perbedaan jenis kelamin, mencapai kestabilan jasmaniah, fisiologis, dan belajar mengadakan hubungan baik dan buruk yang bearti mengembangkan kata hati.
2. Tugas-tugas perkembangan pada masa sekolah (6,0 – 12,0 tahun) yaitu belajar memperoleh fisik untuk melakukan permainan, belajar bergaul dengan teman-teman sebaya, belajar mempermainkan peranan sesuai dengan jenis kelaminnya, belajar keterampilan dasar dan membaca, menulis dan berhitung, belajar mengembangkan konsep sehari-hari, belajar memperoleh kebebasan yang bersifat pribadi, mengembangkan sikap yang positif terhadap kelompok social dan lembaga-lembaga.
3. Tugas-tugas perkembangan remaja yaitu menerima fisiknya sendiri berikut beragam kualitasnya, mencapai kemandirian emosioal dari orang tua/figure-figur yang mempunyai otoritas, mengembangkan keterampilan komunikasi, interpersonal dan belajar bergaul dengan teman sebaya, menemukan manusia model yang menjadikan identitasnya, menerima dirinya sendiri dan mempunyai kepercayaan terhadap kemampuan sendiri, memperkuat self-kontrol, mampu meninggalkan reaksi dan penyesuaian diri.

b. Peranan Sekolah Dalam Mengembangkan Tugas-Tugas Perkembangan Siswa
Menurut Haurg Hurs sekolah mempunyai peranan penting dan bertanggung jawab dalam membantu para siswa mencapai tugas perkembangannya, sekolah berupanya untuk menciptakan iklim yang kondusif untuk mencapai perkembangan siswanya yang tugas-tugasnya menyangkut aspek-aspek kematangan dalam berinteraksi social, kematangan personal, dan kematangan dalam beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
READ MORE - TUGAS-TUGAS PERKEMBANGAN

FASE-FASE PERKEMBANGAN ANAK.

Thursday, February 17, 2011 Posted by Rino Safrizal 0 comments
a. Perkembangan Biologis atau Fisik.
1. Aristoteles menggambarkan perkembangan individu sejak anak sampai sewasa itu ada tiga tahapan. Tahapan I dari 0,0-7,0 tahun (masa anak kecil atau masa bermain). Tahapan II dari 7,0-14,0 tahun (masa anak, masa seolah rendah). Tahapan III dari 14,0-21,0 tahun (masa remaja/pubertas, masa peralihan dari usia anak menjadi orang dewasa). Penahapan ini berdasarkan pada gejala perkembangan fisik antara tahapan I dan tahapan II dibatasi dengan pergantian gigi, antara tahapan III ditandai dengan mulai berfungsinya organ-organ seksual.
2. Elizabeth Hurlock mengemukakan ahapan perkembangan individu yakni Tahapan I Fase pranatal dari massa konsepsi sampai proses kelahiran yakni sekitar 9-280 hari. Tahapan II Infancy mulai lahr sampai usia 10-14 hari. Tahapan dari 2 minggu - 2 tahu. Tahapan IV Childhood mulai 2 tahun sampai remaja. Tahapan V Adolesence/puberty mulai usia 11 atau 13 tahun – 21 tahun
b. Perkembangan Psikologis
Para ahli berpendapat bahwa dalam perkembangan setiap individu mengalami masa-masa kegoncangan yang dapat dilukiskan sebagai proses evolusi maka pada masa kegoncangan itu evolusi berubah menjadi revolusi yang dialami hampir semua orang, karena itu dapat digunakan sebagai ancar-ancar perpindahan dari massa yang satu ke masa yang lain dalam proses perkembangan. Individu mengalami massa kegoncangan dua kali, yaitu
Pada tahun ke tiga dan ke empat
Pada perulaan massa pubertas
c. Perkembangan Didaktis
Menurut pendapat dari Comenius dan pendapat Reseau digolongkan dalam penahapan. Pendapat Comenius, dipandang dari segi pendidikan berlangsung dalam 4 jenjang yaitu :
Sekolah ibu (matema) untuk anak 0,0 – 6,0 tahun
Sekolah masa ibu (scola vernaculan) untuk anak-anak 6,0 – 12,0 tahun
Sekolah latin (scola Latina) untuk remaja 12,0 – 18,0 tahun
Akademi (akademica) untuk pemuda-pemudiusia 18,0 – 24,0 tahun
READ MORE - FASE-FASE PERKEMBANGAN ANAK.

FOLLOWER