Bagaimana Menggali Informasi dari Media Cetak ?

Wednesday, February 13, 2013 Posted by Rino Safrizal 1 comments
Jika siswa-siswa diminta untuk mengerti dan bukan sekedar mengingat informasi yang ditemukannya di dalam buku pelajaran, bahan rujukan, surat kabar dan sebagainya, maka mereka haruslah aktif mengumpulkan informasi. Tidaklah selayaknya mengajukan suatu pertanyaan dengan menggunakan kata-kata dan ungkapan-ungkapan yang dengan mudah ditemukan di dalam teks atau naskah. Hal demikian sering mengkondisikan siswa hanya menyalin jawaban dari sumber itu.

Misalkan ada suatu pertanyaan ‘Apakah ciri-ciri binatang menyusui?’ tidak tepat jika hal-hal berikut dapat ditemukan di dalam teks.

Semua binatang menyusui mempunyai sepasang anggota badan seperti tangan atau kaki, kelenjar susu, mengasuh anaknya, dan mempunyai bulu sedikitnya pada satu tahap dalam siklus hidupnya.
Pertanyaan yang lebih tepat adalah ‘Cari uraian tentang binatang menyusui di dalam teks dan gunakanlah itu untuk memutuskan binatang-binatang berikut mana yang sesuai dimasukkan ke dalam kelompok itu. Lalu, untuk siswa disediakan gambar-gambar dan uraianuraian, menggunakan beragam kosakata, dari beberapa binatang yang menyusui dan beberapa yang tidak menyusui.

Artikel ini dikutip dari :
Pusat Kurikulum Departemen Pendidikan Nasional (2003). Pelayanan Profesional Kurikulum 2004: Kegiatan Belajar Mengajar yang Efektif.
READ MORE - Bagaimana Menggali Informasi dari Media Cetak ?
Labels:

Pengajaran dengan Pendekatan Tutor Sebaya

Saturday, January 26, 2013 Posted by Rino Safrizal 2 comments
Nasution (1992) berpendapat bahwa bantuan tutor, adalah orang yang dapat membantu murid secara individual. Menurut Ischak dan Warji (1987) tutor sebaya artinya siswa yang mengalami kesulitan belajar diberi bantuan oleh teman-teman mereka sekelas yang punya umur sebaya dengan dia.

Kriteria-kriteria untuk menjadi tutor sebaya menurut Ischak dan Warji (1987) adalah sebagai berikut :
1. Memiliki hubungan emosional yang baik, bersahabat dan menunjang situasi tutoring.
2. Diterima atau disetujui oleh siswa yang akan ditutor.
3. Menguasai bahan yang akan ditutorkan.
4. Mampu menyampaikan bahan perbaikan yang dibutuhkan oleh siswa yang menerima bantuan.
5. Mempunyai daya kreativitas yang cukup untuk memberikan bimbingan atau bantuan.

Ada beberapa keunggulan dan kekurangan dengan menggunakan tutor sebaya, seperti yang dikemukakan Arikunto (1995) berikut ini.

Keunggulan dari tutor sebaya:
1. Adakalanya hasilnya lebih baik bagi beberapa siswa yang mempunyai perasaan takut atau enggan kepada gurunya.
2. Bagi tutor pekerjaan tutoring akan dapat memperkuat konsep yang sedang dibahas.
3. Bagi tutor merupakan kesempatan untuk melatih diri memegang tanggung jawab dalam mengemban suatu tugas dan melatih kesabaran.
4. Mempererat hubungan antar siswa sehingga mempertebal perasaan sosial.

Kekurangan dari tutor sebaya:
1. Siswa yang dibantu seringkali belajar kurang serius karena hanya berhadapan dengan temannya sendiri sehingga hasilnya kurang memuaskan.
2. Ada beberapa orang siswa yang merasa malu atau enggan untuk bertanya karena takut kelemahannya diketahui oleh temannya.
3. Pada kelas-kelas tertentu pekerjaan tutoring ini sukar dilaksanakan karena perbedaan jenis kelamin antara tutor dengan siswa yang diberi program perbaikan.
4. Bagi guru sukar untuk menentukan seorang tutor sebaya karena tidak semua siswa yang pandai dapat mengajarkannya kembali kepada teman-temannya.

REFERENSI

Arikunto. 1995. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Ischak, Warji. 1982. Program Remedial Dalam Proses Belajar Mengajar. Yogyakarta: Liberty.

Nasution. 1982. Tekhnologi Pendidikan. Bandung: Jemmars.
READ MORE - Pengajaran dengan Pendekatan Tutor Sebaya
Labels:

TEKNIK PENILAIAN BUTIR INSTRUMEN DENGAN PAIR COMPARISON (PERBANDINGAN BERPASANGAN)

Sunday, January 13, 2013 Posted by Rino Safrizal 3 comments
Pair comparison atau perbandingan berpasangan merupakan salah satu teknik penilaian butir yang bertujuan untuk mengukur sikap kelompok terhadap beberapa butir yang kemungkinan menjadi pilihan. Metode pair comparison dapat juga digunakan untuk menentukan bobot relevansi berdasarkan pendapat sekelompok orang.
Caranya adalah semua butir dipasangkan dua-dua, kemudian sekelompok orang diminta menentukan manakah butir-butir yang lebih baik. Jumlah pasangan yang dapat disusun bisa dirumuskan sebagai berikut:
n (n - 1)
-----------
2
Di mana n = banyaknya butir (objek/pilihan)
Adapun prosedur lengkap teknik penilaian butir dengan pair comparison adalah sebagai berikut:
1. Membuat pertanyaan sebanyak pasangan butir yang kemungkinan dapat disusun
Misalkan jika terdapat butir 1, 2, 3, dan 4, maka berdasarkan rumus di atas dapat disusun pertanyaan sebanyak enam buah sebagai berikut:
  • Manakah yang lebih baik antara butir 1 dan butir 2?
  • Manakah yang lebih baik antara butir 1 dan butir 3?
  • Manakah yang lebih baik antara butir 1 dan butir 4?
  • Manakah yang lebih baik antara butir 2 dan butir 3?
  • Manakah yang lebih baik antara butir 2 dan butir 4?
  • Manakah yang lebih baik antara butir 3 dan butir 4?
2. Pertanyaan diberikan kepada responden (sekelompok oran) untuk diisi (misalnya 120 orang)
3. Hasilnya dirangkum dalam matriks frekuensi, seperti tampak pada tabel berikut 

4. Matriks frekuensi ditransformasi menjadi matriks proporsi seperti pada tabel berikut 
5. Matriks proporsi ditransformasi menjadi matriks Z (lihat tabel Z) 
6. Selanjutnya dari matriks Z dihitung jumlah menurut kolom, rata-rata, dan bobotnya

Jika akan ditentukan dua butir terbaik dari hasil perhitungan tersebut, maka yang terpilih adalah butir 4 dan 3 karena masing-masing memiliki bobot yang tertinggi yaitu 743 dan 403.

Sumber Rujukan: Djaali & Pudji Muljono. 2008. Pengukuran dalam Bidang Pendidikan. Jakarta: Grasindo.
READ MORE - TEKNIK PENILAIAN BUTIR INSTRUMEN DENGAN PAIR COMPARISON (PERBANDINGAN BERPASANGAN)

Prosedur Kegiatan Remediasi

Thursday, January 10, 2013 Posted by Rino Safrizal 1 comments
Seorang guru dalam melaksanakan kegiatan remediasi sebaiknya mengikuti langkah-langkah sebagai berikut ini (Kartono, Sutrisno, dan Kresnadi, 2007:31):

1. Analisis Hasil Diagnosis.

Untuk mengidentifikasi kesulitan belajar dalm pengajaran IPA, dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu: (Amri, 2009)
a. Identifikasi pada saat siswa sedang melakukan proses belajar.
Pada saat siswa sedang melakukan proses, guru dapat mengidentifikasikan keterampilan mana yang sulit dilakukan oleh mereka. Identifikasi ini dapat dilakukan dengan memperhatikan keterampilan- keterampilan dasar dan keterampilan- keterampila terpadu.Jika seorang siswa mengalami kesulitan dalam melakukan salah satu keterampilan terpadu, guru hendaknya memeriksa apakah keterampilan-keterampilan dasar yang mendukung keterampilan terpadu tersebut sudah dikuasai.
b. Identifikasi dengan menggunakan tes hasil belajar.
Dengan menganalisis jawaban para siswa dalam tes hasil belajar, guru dapat mengidentifikasi kesulitan belajar yang dialami mereka. Langkah pertama yang dapat ditempuh adalah mengidentifikasi siswa -siswa yang mengalami kesulitan belajar sehubungan dengan tujuan instruksional yang ingin dicapai atau materi yang terkandung dalam tes. Untuk maksud tersebut, dapat ditempuh dua cara, tergantung pada pola penilaian yang digunakan di dalam menilai jawaban siswa. Jika pola yang digunakan adalah penilaian acuan patokan , maka siswa yang mengalami kesulitan belajar diidentifikasikan berdasarkan tingkat penguasaan kompetensi yang diharapkan yang telah ditetapkan lebih dahulu
Diagnosis kesulitan belajar adalah suatu proses pemeriksaan terhadap siswa yang diduga mengalami kesulitan dalam belajar. Melalui kegiatan diagnosis guru akan mengetahui para siswa yang perlu mendapatkan bantuan. Untuk keperluan kegiatan remediasi, yang menjadi fokus perhatian guru adalah siswa-siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar yang ditunjukan tidak tercapainya kriteria keberhasilan belajar.
Setelah guru mengetahui siswa-siswa yang harus mendapatkan remediasi, maka selanjutnya guru harus mengetahui topik atau materi mana yang belum dikuasai oleh siswa tersebut. Dalam hal ini guru harus melihat kesulitan belajar siswa secara individual. Hal ini disebabkan ada kemungkinan masalah yang dihadapi siswa yang satu dengan yang lainnya berbeda. Padahal setiap siswa harus mendapat perhatian dari guru.

2. Menemukan Penyebab Kesulitan

Sebelum merancang kegiatan remediasi, terlebih dahulu guru harus mengetahui penyebab siswa mengalami kesulitan dalam menguasai materi pelajaran. Selanjutnya, guru mengidentifikasi terlebih dahulu aktor penyebab kesulitan tersebut, sebab gejala yang sama yang ditunjukan oleh siswa dapat ditimbulkan dari sebab yang berbeda dan faktor penyebab yang lain akan mempengaruhi terhadap pemilihan jenis kegiatan remediasi.

3. Menyusun Rencana Kegiatan Remediasi

Setelah mengetahui siswa-siswa yang perlu mendapatkan kegiatan remediasi, materi/topik yang belum dipahami siswa, serta faktor penyebab kesulitan, maka selanjutnya guru dapat menyusun rencana pembelajaran. Komponen-komponen yang harus direncanakan dalam melaksanakan kegiatan remediasi adalah sebagai berikut:
  • Merumuskan indikator hasil belajar
  • Menetukan materi dan metode yang sesuai dengan karakteristik siswa
  • Merencanakan waktu yang diperlukan
  • Menentukan jenis, prosedur dan alat penilaian

4. Melaksanakan Kegiatan Remediasi

Setelah menyusun rencana kegiatan remediasi, langkah berikutnya adalah melaksanakan kegiatan remediasi. Sebaiknya pelaksanaan kegiatan remediasi dilakukan sesegera mungkin, karena semakin cepat siswa dibantu mengatasi kesulitan yang dihadapinya, semakin besar kemungkinan siswa tersebut berhasil dalam belajar.

5. Menilai Kegiatan Remediasi.

Untuk melihat berhasil atau tidaknya kegiatan remediasi yang telah dilaksanakan maka guru harus melakukan penilaian. Guru dapat melakukan penilaian dengan mengkaji kemajuan belajar siswa. Apabila siswa mengalami kemajuan belajar sesuai dengan diharapkan, berarti kegitaan remediasi yang direncanakan dan dilaksanakan cukup efektif membantu siswa yang mengalami kesulitan belajar. Namun sebaliknya, apabila siswa tidak mengalami kemajuan dalam belajarnya berarti kegitan remediasi yang direncanakan dan dilaksanakan kurang efektif. Oleh sebab itu, guru harus menganalisis setiap komponen pembelajaran.
READ MORE - Prosedur Kegiatan Remediasi
Labels:

Aspek-aspek Perkembangan Anak

Wednesday, January 9, 2013 Posted by Rino Safrizal 1 comments
Berbagi Referensi - Berbagai aspek perkembangan anak akan dijelaskan secara ringkas di sini, meliputi perkembangan fisik, intelijensi, emosi, bahasa, social, kepribadian, moral dan kesadaran beragama.

a. Perkembangan Fisik
Menurut Kuhlen dan Thompson bahwa perkembangan fisik individu meliputi 4 aspek yaitu :
  1. Sistem syaraf
  2. Otot-otot
  3. Kelenjar endokrin
  4. Struktur fisik tubuh.
Aspek-aspek fisiologis lainnya yang sangat penting bagi kehidupan adalah otak sebagai pusat sentral perkembangan dan fungsi manusia.

b. Perkembangan Intelijensi
Menurut C.P. Caplin intelijensi yaitu sebagai kemampuan menghadapi dan menyesuaikan diri terhadap situasi baru secara cepat dan efektif.
  1. Teori-teorii ntelijensi yaitu
  2. Teori “two factors”
  3. Teori “primary mental abilities”
  4. Teori “multiple intelligence”
  5. Teori “triachic of intelligence”
c. Perkembangan Emosi
Menurut English And English Emosi Adalah “A Complex Feeling State Accompanied By characteristic motor and glandular activies” (suatu perasaan yang komplek yang disertai karakteristik kegiatan kelenjar dan motoris). Emosi dapat dikelompokkan dalam dua bagian yaitu emosi sensoris dan emosi kejiwaan (psikis) emosi ini termasuk perasaan intelektual, perasaan social, perasaan susila perasaan keindahan, dan perasaan ketuhanan.

d. Perkembangan Bahasa
Merupakan kemampuan untuk berkomunikasi dengan orang lain mencakup cara berkomunikasi dimana pikiran dan perasaan dinyatakan dalam bentuk lambang/symbol untuk mengungkapkan sesuatu. Tugas-tugas perkembangan bahasa yaitu :
  1. Pemahaman
  2. Pengembangan perbendaharaan kata
  3. Penyusunan kata-kata menjadi kalimat
  4. Ucapan
Sedangkan tipe perkembangan bahasa ada dua yaitu :
  1. Egocentric speech
  2. Socialized speech
e. Perkembangan Social
Merupakan pencapaian kematangan dalam hubunagn social dan sebagai proses belajar untuk menyesuaiakn diri terhadap norma-norma kelompok moral dan tradisi yang menjadi satu kesatuan dan saling berkomunikasi dan bekerja sama. Pada usia anak bentuk dan tingkah laku social adalah pembangkangan, agresi, berselisih/bertengkar, menggoda, persaingan, kerjasama, tingkah laku berkuasa, mementingkan diri sendiri, dan simpati
-->
f. Perkembangan Kepribadian
Secara etimologis kepribadian dari bahasa inggris “personality” yang biasanya dipakai oleh pemain sandiawara zaman kuno untuk memerankan suatu bentuk tingkah laku pribadi tertentu. Sedangkan secara terminologis menurut May kepribadian sebagai “a social stimus value” cara orang lain merekasi kepribadian individu dengan kata lain orang lainlah yang menentukan kepribadian individu itu. Sedangkan menurut Abin Samsudin Makmum kepribadian adalah sebagai kualitas prilaku individu yang tampak dalam melakukan penyesuaian dirinya terhadap lingkunagn secara unik. Kepribadian dipengaruhi oleh berbagai factor baik hereditas maupun lingkunagn seperti fisik, social, kebudayaan dan spiritual. Ada beebrapa karakteristik kepribadian tidak sehat yaitu mudah marah, hiperaktif, mempunyai kebiasaan berbohong, kurang bergairah dalam menghadapi kehidupan, sulit tidur dan bersikap pesimis dalam menghadapai kehidupan.

g. Perkembangan Moral
Istilah moral dalam bahasa latin ”mos” (moris) yang bearti istiadat, kebiasaan, peraturan nilai-nilai / tata cara kehidupan. Nilai-nilai moral seperti seruan untuk berbuat baik kepada orang lain, memelihara ketertiban dan keamanan dan memelihara hak orang lain. Adapun beberapa cara dalam proses perkembangan moral yaitu :
  1. Pendidikan langsung
  2. Identifikasi
  3. Proses coba-coba
h. Perkembangan Kesadaran Beragama
Dipengaruhi oleh factor-faktor pembawaan. Lingkungan yang menjadi masalah dalam kesadaran beragama adalah problema keimanan yaitu masalah proses perkembangan keimanan dan konflik keyakinan dengan situasi kehidupan social budaya yang dihadapai (seperti ekonomi, politik dan hubunagn social).
READ MORE - Aspek-aspek Perkembangan Anak

Karakteristik Setiap Fase Perkembangan Anak

Wednesday, January 2, 2013 Posted by Rino Safrizal 0 comments
a. Perkembangan pada fase oroh
Yang memiliki karakteristik perkembangan yaitu perkembangan fisik, kegiatan-kegiatan oroh, vokalisasi, perkembangan kepribadian
b. Fase bayi
Meliputi perkembangan fisik, perkembangan intelegensi, perkembangan emosi, perkembangan bahasa, perkembangan sosial, perkembangan kepribadian, perkembangan moral, perkembangan kesadaran beragama
c. Usia TK/ usia prasekolah
Merupakan fase perkembangan individu sekitar 2 – 6 tahun dimana anak sudah memiliki kesadaran tentang dirinya sebagai pria/wanita, dapat mengatur buang air kecil sendiri dan mengenal beberapa hal yang dianggap berbahaya. Pada usia TK/prasekolah meliputi perkembangan fisik, perkembangan intelelektual, perkembangan emosional, perkembangan bahasa, perkembangan social, perkembangan bermain, perkembangan kepribadian, perkembangan moral, perkembangan kesadaran beragama
d. Fase anak sekolah
Meliputi perkembangan intelelektual, perkembangan bahasa, perkembangan sosial, perkembangan emosi, perkembangan moral, perkembangan penghayatan keagamaan, perkembangan motorik.
READ MORE - Karakteristik Setiap Fase Perkembangan Anak

Apakah Anda Seorang Temperamental ? Cek Di sini Kawan !!

Sunday, December 30, 2012 Posted by Rino Safrizal 5 comments
Apakah Anda memiliki kesulitan mengendalikan temperamen Anda? 
Apakah kemarahan Anda keluar dengan cara tidak sehat yang dapat menyakiti orang lain serta diri sendiri?
Kemarahan adalah emosi yang kuat yang dapat menyebabkan masalah serius dalam hubungan dan karier Anda jika dibiarkan tak terkendali. Pelajari lebih lanjut tentang kemampuan Anda untuk mengelolanya dengan mengambil tes ini. Ini dirancang untuk mengevaluasi cara di mana Anda mendekati dan menangani situasi yang menyebabkan kemarahan.



Periksa pernyataan berikut dan pilihlah jawaban yang paling berlaku untuk Anda. Mungkin ada beberapa pertanyaan yang menggambarkan situasi yang mungkin tidak relevan bagi Anda. Dalam kasus tersebut, pilih jawaban yang kemungkinan besar Anda akan memilih jika Anda pernah menemukan diri Anda dalam situasi tersebut. Untuk menerima hasil tes yang paling akurat, silahkan menjawab sejujur mungkin. Setelah menyelesaikan tes, Anda akan menerima penafsiran pribadi singkat skor Anda yang mencakup grafik dan informasi pada topik ini.

Tertarik? Silakan klik di sini...!! 
READ MORE - Apakah Anda Seorang Temperamental ? Cek Di sini Kawan !!
Labels:

FOLLOWER